DURI (Riaulantang)- Saat reses di Jalan Tegal Sari RT 03 RW 20 kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kamis sore (14/12/17) anggota DPRD Bengkalis Syaiful Ardi menerima keluhan warga perihal 1 unit ambulance yang sudah 4 tahun di telantarkan di pinggir jalan tak jauh dari lokasi reses. Tak menunggu lama, jelang Maghrib, Syaiful Ardi didampingi Ketua RT, RW, tokoh masyarakat dan warga mendatangi lokasi ambulance yang terparkir di balik tembok rumah mewah oknum dokter yang dulu memakai ambulance itu. 

Unit ambulance itu terlihat sudah seperti barang rongsokan karena dibiarkan berpanas hujan di pinggir jalan yang cukup sempit itu. Syaiful pun geleng-geleng kepala melihat kondisi ini.

“Luar biasa. Jelas ini penelantaran aset daerah. Harusnya tak boleh parkir disini. Tidak ada aturan yang memperbolehkan ambulance ini dibawa pulang. Tapi ini ditelantarkan sampai 4 tahun. Luar biasa ini dokter yang menelantarkannya,” ujar Syaiful Ardi berang.

Syaiful kemudian berkomunikasi dengan tokoh masyarakat yang mengatakan warga terutama anak-anak ketakutan jika melintasi ambulance pada waktu malam dan subuh hari. 

“Kita minta bagian pengelolaan Aset (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)-red) menarik asset Pemdakab ini. Karena ini adalah aset daerah yang tidak boleh diperlakukan semena-mena, diparkir sembarangan apalagi dijual. Ini dibeli dengan uang rakyat. Keberadaannya harus dalam pool aset daerah,” tegas Syaiful lagi.

Syaiful juga mempertanyakan ketegasan dari Dinas Kesehatan yang membiarkan aset ini menjadi barang rongsokan.

“Kebetulan dinas kesehatan berada dibawah komisi saya. Kami akaj panggil Plt dinas kesehatannya. Harus tegas oknum yangbmemarkirkan dan menelantarkan aset seperti ini.  Kapan perlu di beri sangsi,” ujarnya Syaiful yang juga anggota Komisi IV DPRD Bengkalis yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini

Politisi dari Partai Amanat Nasional ini juga menyesalkan sikap arogan oknum dokter yang seperti tak peduli dengan kenyamanan warga sekitar. Malah beberapa bulan lalu, oknum dokter itu jiga membawa ambulance yang baru dan diparkir di pinggir jalan yang sama.

“Ini perumahan warga. Tidak bisa dia memarkir dua ambulance di sini. Ini namanya menganggu kenyamanan warga. Makanya kita harap BPKAD segera menarik aset ini,” jelasnya

Sementara itu tokoh masyarakat Mukhlis menyampaikan tanggapan oknum dokter yang diketahui warga tengah berada di Turki itu. Menurut Mukhlis dari pesan yang disampaikan sang dokter ke sesama rekan kerja yang tinggal di komplek itu, sang dokter menantang warga untuk menarik sendiri ambulance itu.

“Dia menyampaikan pesan melalui rekannya yang diteruskan ke kami, bahwa dia dan puskesmas Muara Basung tempat dia bekerja tak punya duit untuk menarik ambulance ini. Dia minta kalau mau kami yang menarik ambulance ini,” adu Mukhlis ke Syaiful Ardi. (susi)