DURI (Riaulantang)- Inisiatif anggota DPRD Bengkalis yang satu ini patut diapresiasi. Setahun parit utama kota  dibiarkan tersumbat sampah dan beton jalan yang ambruk, akhirnya Jumat siang (23/03/18) anggota DPRD Bengkalis Dapil Mandau Syaiful Ardi memotori pengerukkannya.  Satu unit alat berat milik PUPR didatangkan Syaiful untuk menormalisasi parit utama yang yang membelah Jalan Hang Tuah Duri itu.

Pantauan di lapangan, operator alat berat escavator terlihat cukup kerepotan menormalisasi parit yang tersumbat pecahan beton jalan yang ambruk. Pasalnya pecahan-pecahan beton cukup besar sehingga menyulitkan untuk ditarik keluar parit.

Pengerjaan pengerukan itu langsung diawasi  anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi Partai Amanat Nasional Syaiful Ardi. Bersama warga setempat, Syaiful mengarahkan pengerukkan beton dan sampah yang menyumbat aliran parit utama itu.

“Kondisi pengerukan parit ini sudah sangat darurat. Pecahan beton akibat ambruknya jalan disisi parit dan tumpukkan sampah menjadi penyebab parit tak berfungsi baik. Akibatnya jika hujan turun, sekitar 200 KK di sini kebanjiran. Untuk itu, kita berinisiatif meminjam alat berat milik PUPR. Hanya saja 3 bulan mengajukan pinjaman, baru hari ini bisa terealisasi,” jelas Syaiful.

Kendati menyesalkan lambatnya peminjaman alat berat dengan alasan dalam perbaikan, namun Syaiful bersyukur alat berat PUPR itu akhirnya bisa digunakan. Kondisi parit yang tersumbah dan keluhan warga pun segera tertangani.

“Ini parit pembuangan utama kota Duri. Air buangan dari Pasar, Nusantara 1 dan lainnya bermuara ke sini. Makanya ini harus segera ditangani. Mudah-mudahan perbaikan menyeluruh bisa di laksanakan tahun 2019, karena kita sudah masukkan dalam Musrenbang tahun 2019,” ujar Syaiful sembari berharap PUPR segera merespon kondisi parit utama kota Duri ini.

Tokoh masyarakat setempat, Hashari apresiasi atas inisiatif anggota DPRD Bengkalis ini. Menurutnya persoalan parit yang tersumbat ini sudah lama dikeluhkan warga tapi masih belum ada solusi.

“Kondisi parit yang tersumbat akibat beton jalan yang ambruk dan sampah ini sudah berjalan setahun ini. Setengah jam saja hujan lebat turun, kami sudah kebanjiran. Kami sudah beberapa kali gotobg royong tapi tak sanggung mengangkat pecahan beton yang berat itu. Alhamdulillah hari ini, dewan kita turun membantu pengerukkan dengan alat berat,” ujarnya.

Minyak Habis

Sementara disela pengerukkan, yang dimulai dari Jalan Hang Tuah depan sebuah cucian mobil itu operator alat berat berseru ke Syaiful Ardi. ” Mohon maaf pak, minyak habis. Tadi hanya 1 dirigen,”ujarnya.

Syaiful Ardi pun respon. Segera dia merogoh kocek untuk operasional alat berat itu.

‘Apapun konsekwensi peminjaman ini kita ikuti agar warga disini tak lama teraniaya. Dari awal juga  sudah saya tegaskan kalau alat beratnya dirental tak masalah. Tapi katanya tak usah dirental,” jelas Syaiful.

Sampai berita ini dirilis, pengerukkan parit masih dilakukan. Tidak hanya sebatas tumpukkan beton di badan jalan yang ambruk, tapi juga beberapa meter ke depan agar aliran air bisa lancar.(susi)