DURI (Riaulantang)- Penyegelan yang dilakukan pemilik tanah di pintu masuk SMPN 8 Mandau, Senin pagi (18/09/17) sontak membuah heboh sejumlah pihak. Anggota komisi IV DPRD Bengkalis, Nanang Hanyanto dan H Samsu Dalimunte yang mengaku tengah berada di Bengkalis untuk mengikuti pelantikkan ketua DPRD sontak bereaksi setelah mengetahui sekolah di segel dan anak-anak terkendala proses belajar mengajarnya. Mereka meminta PLt Kadisdik segera turun menyelesaikan persoalan yang dipandang penting itu.

“Kita minta Plt Kadisdik segera menyelesajkan masalah SMPN 8 Mandau. Jangan biarkan anak terkendala. Kalau bisa besok anak bisa sekolah lagi,” jelas Nanang.

Disampaikan Nanang, pihaknya sudah mendapat informasi terkait aksi penyegelan tersebut. Ini tak terlepas dari imbas mutasi yang dilakukan Plt Kadisdik yang me non job kan Kasek Tengku Naima yang sudah bertugas hingga 15 tahun di sekolah itu.

“Mutasi itu sah sah saja. Tapi karena di non job kan, mungkin beliau merasa tak dihargai. Apalagi tanah itu hak milik keluarganya. Makanya ini harus diselesaikan secepatnya oleh Plt, agar kegaduhan seperti ini tak terjadi lagi,” jelas Nanang.

Diungkapkan Nanang, harus ada kebijakan secepatnya dari Plt Kadisdik agar anak-anak bisa sekolah lagi mengingat beberapa hari lagi anak-anak akan mengikuti ujian mid semester.

“Cari solusi secepatnya agar anak-anak bisa sekolah lagi. Bagaimana pun ini terjadi karena imbas mutasi yang tak diterima, yang pada akhirnya menganggu kegiatan belajar anak,” sesalnya lagi.

Disampaikan Nanang, perlu evaluasi terkait mutasi yang terjadi di lingkungan Diknas Bengkalis. Sikap profesionalisme harus di kedepankan hingga  tidak menimbulkan efek yang ujung-ujungnya menimbulkan kegaduahan dan menghambat proses belajar.

“Harus ada pembinaan kepada kasek. Jika pun di rolling lakukan dengan posisi yang pantas dan tidak asal copot. Jika ada kesalahan berikan teguran dan peringatan. Jangan asal men job kan seseorang tanpa dia tahu kesalahannya,” sesalnya. (susi)