DURI (Riaulantang)– Sudah memasuki hari 20 Ramadan 1438 H, Pasar Ramadan yang terdapat di dalam areal bangunan Pasar Pujasera Duri, masih saja sepi

peminat. Buktinya, hingga sampai saat ini tenda untuk berjualan takjil yang disediakan oleh UPT Dinas Perindutrian dan Perdagangan

(Disperindag) Kecamatan Mandau tak sampai separuhnya yang terisi pedagang.

Padahal tenda berikut meja untuk pedagang berjualan ini disediakan secara gratis alias tak dipungut biaya oleh UPT Disperindag Kecamatan Mandau. Tapi, tetap saja hal itu tak menarik minat orang-orang untuk

berjualan disana.

Kondisi itu, terang saja  berimbas pada sepinya pembeli yang berkunjung ke Pasar Ramadan Pujasera Duri tersebut. Dari pantauan, tak banyak masyarakat yang berbelanja takjil disana, dibandingkan Pasar Ramadan dadakan yang berdiri disepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun di Jalan Hang Tuah serta tempat lainnya.

“Tempat, berupa tenda dan meja untuk meletakan dagangan kita sediakan secara gratis untuk masyarakat yang ingin berjualan disana,” kata kepala UPT Disperindag Mandau, H Sitinjak saat dikonfirmasi.

Dijelaskannya, Pasar Ramadan yang disediakan di Pasar Pujasera tersebut, memang sengaja diperuntukan bagi masyarakat yang ingin berjualan takjil buat perbukaan puasa, selama bulan suci Ramadan ini. Namun, itupun ternyata tak membuat masyarakat tertarik.

Terkait kenyataan itu, kepala UPT Disperindag, H Sitinjak yang ditanya kenapa, ia tak menampik hal itu. Menurutnya, kurangnya

pedagang yang berjualan maupun orang yang berbelanja disana, karena dampak daripada lemahnya ekonomi masyarakat sekarang ini.  (Abi)