DURI (Riaulantang) – Sebagai kecamatan yang baru saja didefinitifkan, Talang Muandau masih ketinggalan dalam banyak hal. Salah satunya di segi sarana jalan yang belum memadai.

Untuk mencapai pusat kecamatan di Desa Beringin harus menempuh jalan panjang dan berliku melewati kebun sawit milik PT ADEI dan HPHTI PT Arara Abadi. Jarak lebih kurang sebelas kilometer dari Simpang Intan Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam.

Menurut Camat Talang Muandau, Toharudin SH, MSi Jumat (8/9/2017), ada jalur lain yang bisa ditempuh dari arah Jalan Gajah Mada, Sebanga, Duri. Namun jaraknya lebih panjang dengan waktu tempuh lebih dari dua jam.

“Kondisi jalannya pun belum bagus. Kalau musim hujan, tak bisa menggunakan mobil biasa. Harus mobil double gardan. Kalau tidak, kendaraan akan terpuruk. Alhamdulillah sudah ada bantuan kendaraan dinas dari Pemkab sebanyak tiga unit. Terdiri dari mobil double gardan, mobil biasa plus satu unit sepeda motor. Itu akan diserahkan ke kita dalam waktu dekat. Penyerahan simbolis sudah. Kita berharap, tahun berikutnya ada lagi tambahan bantuan sepeda motor dinas dari Pemkab untuk para Kasi. Soalnya, medan yang harus ditempuh menuju desa-desa yang ada di kecamatan ini rata-rata jauh dan masih berat,” ujar Toha.

Sebagai camat pertama di kecamatan baru ini, Toharudin yakin Pemkab Bengkalis akan sangat serius untuk membangun infrastruktur jalan di Talang Muandau. Menurutnya, pihak perusahaan baik PT ADEI maupun PT Arara Abadi sudah menyerahkan badan jalan menuju pusat kecamatan kepada Pemkab Bengkalis. “Jadi Pemkab tinggal membangunnya saja lagi,” pungkas Toha.(susi)