DURI (Riaulantang)- Sejumlah TPS di kecamatan Mandau terpaksa mengunakan kardus bekas untuk penganti bilik suara. Hal ini terjadi lantaran kurangnya logistik Pemilu 2019 hingga petugas TPS terpaksa menyiasati bilik suara dengan peralatan seadanya.

Seperti terpantau di TPS 11 Babussalam. Bilik suaranya terpaksa memanfaatkan kardus bekas lantaran mereka tak kebagian bilik suara bertuliskan KPU.

“Bilik suara kami asli kardus, bukan kaleng-kaleng,” sebut warga.

Kendati bilik suara hanya kardus bekas, namun tak menghalangi proses pencoblosan. Warga yang mencoblos tetap konsen dengan pilihan masing-masing kendati satu sama lain hanya di pisahkan kardus bekas seadanya.

Terkait bilik suara dari kardus bekas ini, Ketua PPK Mandau Shofiyu Rahman ketika dikonfirmasi Riaulantang.com mengakui kurangnya logistik Pemilu 2019 ini.

“Logistiknya memang kurang terutama untuk kelurahan Babussalam dan Air Jamban,” ujar Sofi.

Dikatakannya untuk Kelurahan Babussalam ada sekitar 27 TPS yang kekurangan bilik suara sementara untuk Air Jamban hanya beberapa TPS saja. Itu puj bisa diatasi dengan mengurangi jumlah bilik suara per TPS.

“Kekurangan yang paling banyak di Babussalam, ada 27 TPS. Di Air Jamban tak begitulah. PPSnya bisa mengakali. Jatah 4 bilik untuk 1 TPS dikurangi menjadi 3 hingga bisa di gunakan di TPS lain,” ujarnya.

Kendati ada kekurangan bilik suara ini, ungkapnya, namun sejauh ini tak menganggu jalannya pencoblosan. Petugas mengakali bilik suara ini dengan cara masing-masing, ada yang mengunakan kardus, triplek dan lainnya.

“Yang penting saat pencoblosan suara pemilih terjaga kerahasiaannya,” ungkap Sofi lagi.

Disisi lain, Panwaslu Mandau yang melakukan pengawasan juga mengakui di pakainya kardus bekas untuk bilik suara ini. Kendati demikian pelaksanaan Pemilu tetap berjalan aman dan lancar.

‘Sejauh ini tak ada kendala berarti. Dari pantauan kami Pemilu berjalan aman dan lancar,” ujar Suhardi Ketua Panwaslu Mandau. (susi)