DURI (Riaulantang)- Sampai di portal masuk rumah pribadi yang mengunakan simbol rumah adat itu, rombongan Kapolres dan tetua LAMR di hadang puluhan pemuda yang mengatasnamakan panitia acara. Mereka tak memperbolehkan Kapolres dan rombongan masuk karena acara adat tengah berlangsung. Kapolres dengan sejumlah personil kepolisian akhirnya menerobos portal sementara tetua LAMR termasuk Buya Hamka, H Arwan Mahidin Rani, Ketua LAMR Dumai dan Ketua LMB Dumai tertahan di portal besi itu.

Kegeraman terlihat jelas di wajah tetua LAMR dan tokoh Melayu itu. Mereka yang sudah membuka hati untuk negosiasi, nyatanya tak diperbolehkan masuk. Mereka harus menunggu diterik matahari sementara bunyi-bunyian musik adat terus berlangsung.

Ada sekitar 10 menit Kapolres dan sejumlah personil kepolisian menemui pemilik Yayasan. Setelah itu suara musik terhenti dan kapolres turun dari ketinggian rumah itu.

Di antara portal tokoh LAMR dan pemuda yang menjaga portam, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengadakan negosiasi dengan pihak yayasan. Disepakati, pihak panitia atau satpolPP yang membuka umbul-umbul. Akhirnya tim negosiasi kembali ke kerumuman massa yang terus dijaga ketat aparat kepolisian.(susi)