BENGKALIS (Riaulantang)- Ratusan penumpang kapal roro Swarna Putri, tujuan Bengkalis-Pakning dibuat gempar, setelah mengetahui ada ibu-ibu yang terjatuh di pelabuhan roro Air Putih Bengkalis. Beruntung nyawa si ibu  diselamatkan setelah salah seorang ABK Swarna Putri terjun memberikan pertolongan.

Kadis Perhubungan Bengkalis H Jaafar Arief didampingi Kabid Kepelabuhanan, Wan Hasan, Minggu (4/6) mengatakan, korban adalah warga Tionghoa yang tinggal di jalan Tandun Kelurahan Damun Bengkalis. IRT yang diperkirakan berumur 50-an tahun tersebut, bukan terjatuh dari kapal, tetapi sengaja terjun ke laut karena ingin menyelematkan kantong plastik miliknya yang terjatuh ke laut.

Diceritakan,  peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wib, saat kapal Swarna Putri sedang sandar mengisi penumpang. Saat itu, si korban yang belum diketahui siapa namanya tersebut, berjalan sendirian di jembatan khusus pejalan kaki.

Entah bagaimana ceritanya, sekitar 50 meter dari ujung pelabuhan, kantong plastik hitam yang dibawanya terjatuh ke laut. karena mungkin isi dalam kantong plastik tersebut barang berharga, si ibu langsung terjun ka laut.

“Pagi tadi kebetulan air laut sedang pasang dan si ibu ini nekat terjun ke laut ingin mengambil kantong yang terjatuh. Bisa jadi isinya sejumlah uang, makanya di nekat terjun,” ujarnya.

Diceritakan Wan Hasan pula, pada saat si ibu terjun ke laut tidak ada seorangpun yang melihat, baik penumpang maupun kru kapal. Beruntung kata Wan Hasan, saat itu salah serang staf perusahaan bernama Edi, mengantarkan daftar manifest ke kapal. Saat melintas di jembatan dirinya mendengar ada suara minta tolong.

“Edi lantas turun dari kendaraannya mencari sumber suara, setelah dilihat ke bawah (laut) ternyata ada sesosok orang yang tenggelam. Lalu dia berlari mengambil pelampung di rumah mesin dilemparkan ke korban,” cerita Wan.

Setelah itu kata Wan lagi, Edi memberitahu kejadian tersebut kepada kru kapal Swarna Putri. Salah seorang ABK langsung terjung ke laut memberikan pertolongan.

“Si ibu sempat terbawa air hingga ke ujung jembatan atau sekitar 50 meter dari tempat dia terjun. Mungkin kantong yang diselamatkan berisi sejumlah uang, saat dia ditolong mau diangkat ke atas kantong planstik itu tetap dipegang tak mau diserahkan kepada orang-orang yang menolong,” cerita Wan lagi.

“Jadi si ibu ini bukan jatuh dari kapal atau pelabuhan, tapi sengaja terjun ke laut karena ingin menyelamatkan barangnya yang terjatuh. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan,” ujar Wan Hasan lagi. (Dwi)