DURI (Riaulantang)- Muhammad Fazrul Azik, (7) bocah malang penderita kanker hati tak henti merintih dan minta tolong dibebaskan dari  sakit yang didera saat dikunjungi di RS Permata Hati Duri, Kamis sore (19/04/18). Didampingi ayahnya Zuhendri Coni dan Ibunya Yanti, bocah yang perutnya membengkak ini terus merintih kesakitan. “Tolonglah,” rintihnya yang terlihat hanya berdiri karena tak kuasa menahan sakit.

Rintihan bocah malang ini, mengiris hati kedua orang tua yang mendampingi. Ketidakberdayaan ekonomi keluarga, membuat anak pertama dari tiga bersaudara ini harus menderita sakit berkepanjangan. Untungnya mereka mendapat perhatian dari pemilik RS Permata Hati, dr Fidel Fuadi hingga kemudian di rawat di RS dan diuruskan jaminan BPJSnya.

“Sudah tiga hari kami disini. Kondisinya seperti ini. Tak bisa tidur karena terus kesakitan,” ujar Zuhendri yang sehari hari menafkahi keluarga dengan berjualan sate keliling.

Dijelaskannya, sakit yang dialami anaknya mulai terdeteksi Januari 2017 lalu. Saat itu Fazrul mengeluhkan teramat sakit di bagian perut yang terlihat membengkak hingga di bawa ke RS. Disana Fazrul di diagnosa menderita pembengkakan hati.

“Bulan Desember lalu dia masih sehat. Masih gemuk dan bermain. Setelah itu perutnya membengkak hingga membuatnya susah beraktifitas,” ujar Zuhendri yang sore itu juga mendapat kunjungan dr Fidel.

Dijelaskannya lagi, karena ketidakberdayaan keluarga, sakit Fazrul tak tertangani. Dia hanya tergolek ditempat tidur. Akhirnya dengan bantuan warga dia diarahkan menemui dr Fidel hingga kemudian anaknya bisa mendapat rawatan medis.

“Untuk hidup pun susah. Bagaimana harus membawanya ke rumah sakit. Untungnya ada yang menyarankan mencari dr Fidel dan saya datangi ke rumah. Alhamdulillah, kami bisa dirawat disini,” ujar warga Jalan Subrantas ini.

Kendati sudah dirawat dan ditangani di RS PH, tapi derita bocah ini belum berakhir. Dia memerlukan perawatan intensif di RS Pekanbaru sementara, keluarganya tak memiliki dana untuk itu. Dibutuhkan kepedulian dan perhatian warga agar bocah ini terbebas dari deritanya.(susi)