PEKANBARU (Riau Lantang) – Jembatan Sultan Abdul Jallil Alimuddin Syah atau jembatan Marhum Bukit yang populer juga dengan nama jembatan SiakIV hampir setiap sore mulai ramai dikunjungi warga kota Pekanbaru untuk menikmati matahari tenggelam dari atas jembatan megah tersebut.

Hanya saja, kebiasaan warga Pekanbaru “nongkrong” sorehari hingga jelang magrib diatas jembatan tersebut dikhawatirkan akan membuat macet jalan di jembatan tersebut nantinya. Awalnya memang mayoritas kendaraan yang parkir diatas jembatan adalah sepedaa motor,tapi lama kelamaan mobil-mobil pribadi ataupun bus bakal ikut-ikutan mamarkir kendaraan disana.

Dari pantauan langsung, hampir setiap sore ratusan warga Kota Bertuah menghabiskan waktu sore hari nongkrong ditas jembatan, meskipun sudah disiapkan sarana khusus untuk pejalan kaki. Namun,warga masih memarkir kendaraannya di atas jembatan sehingga mulai mempersempit badan jalan diatas jembatan Marhum Bukit tersebut.

Salah seorang warga Pekanbaru Zuliman menyebutkan bahawa Pemprov Riau melalui Dinas Perhubungan harus mengantisipasi kebiasaan nongkrong warga diatas jembatan. Kalau warga mau sudah disiapkan tempat untuk pejalan kaki, kemudian mereka memarkir kendaraan diluar jembatan tersebut.

“Bila hal ini terus dibiarkan, kedepannya dikhawatirkan kebiasaan nongkrong warga diatas jembatan akan semakin ramai dan memacetkan badan jalan di jembatan tersebut. Padahal jembatan itu dibangun untuk sarana perhubungan warga Pekanbaru, dari maupun ke Rumbai pesisir dan sekitarnya,”ujar Zuliman, Selasa (09/04/2019).

Selain itu, pada malam hari jembatan Marhum Bukit tidak memiliki lampu penerangan jalan diatas jembatan. Sehingga begitu malam tiba, suasana dijembatan tersebut gelap gulita, kecuali cahaya dari lampu kendaraan yang melintas disana. Pihak Dishub maupun kepolisian diminta rutin melakukan patroli mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

“Kita khawatir kalau tidak ada lampu penerangan di atasjembatan dapat menimbulkan berbagai resiko. Diantaranya kecelakaan lalu lintas, aksi kriminalitas atau aksi begal diaatas jembatan karena kondisinya yang gelap. Untuk itu kita minta Dishub maupun pihak kepolisian rutin melakukan patroli,”kata Ruslan Tarigan, anggota DPRD Pekanbaru memberikan tanggapan. (afa)