JAKARTA (Riaulantang) – Bersama seluruh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) provinsi dan kabupaten/kota, Ketua Dekranasda Bengkalis Kasmarni, Kamis 27 September 2018, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas 2018.

Rakernas yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna Kantor Kementerian Pertanahan, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Bersama pengurus Dekranasda Provinsi Riau, Kasmarni kompak mengenakan pakaian batik warna hijau bercorak Candi Muaratakus.

Rakernas Dekranas yang dibuka Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Jusuf Kalla ini mengangkat tema “Terus Berinovasi Menuju Kriya Nusantara yang Berkualitas”. Tujuan diadakannya Rakernas ini untuk meningkatkan daya saing produk perajin, mensejahterakan perajin, dan regenerasi pengrajin secara berkelanjutan karena saat ini keberadaan perajin sudah semakin langka.

Diungkapkan Kasmarni, pelaksanaan Rakernas Dekranas 2018 menjadi bagian yang sangat penting bagi Dekranasda Bengkalis, sebagai ajang tukar pikiran dan pengalaman dari Dekranasda seluruh Indonesia. Karena setiap daerah mempunyai keunggulan dalam pengembangan kerajinan di daerahnya masing-masing.

“Tidak ada salahnya, kita berbagai pengalaman dan mengadopsi yang baik,” ujarnya

Sesuai tema yang diusung pada Rakernas Dekranas 2018 ini, menurut Kasmarni, tentu menjadi pemantik bagi pengurus Dekranasda dan shakeholder di Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan sinergitas dan kretivitas untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan Negeri Junjungan.

Dikatakan mantan Camat Pinggir ini, pada era milenial ini, pelaku usaha kerajinan alias perajin harus lebih jeli dan kreatif dalam menatap peluang pasar. Misalnya, produk yang dihasilkan harus dipaduserasikan dengan trend masa kini. Tetap mengedepankan, keunikan dan menarik.

“Tak kalah penting, dalam promosi dan pemasaran, dituntut untuk melebih memanfaatkan jejaring media sosial. Kemudian tentunya adanya pembinaan dari pemerintah dan dukungan dari semua pihak, sehingga kelangsungan perajin tetap eksis,” ujar isteri Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Dijelaskan Kasmarni, untuk meningkatkan kualitas kerajinan di Negeri Junjungan, sejauh ini Dekranasda Bengkalis melakukan peningkatan kompetensi SDM, produk kerajinan melalui pelatihan, pendampingan, penumbuhan wirausaha baru.

Tidak hanya itu, setiap moment, khususnya pada moment pelaksanaan bazar pameran, seperti bazar MTQ, Dekranasda tak pernah absen mengikuti bazar tersebut. Langkah ini, selain sebagai ajang promosi terhadap hasil karya para perajin, juga untuk mengangkat para perajin di Negeri Junjungan.

Terkait dengan pelaksanaan Rakernas Dekranas 2018, Kasmarni mengatakan, sebagai pengurus Dekranasda akan melaksanakan dan menerapkan hasil rekomendasi, guna memajukan dunia kerajinan di Kabupaten Bengkalis.(rls)