DURI (Riaulantang) — Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis yang membidangi pendidikan menggelar rapat kerja (raker) dengan kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Mandau digedung pertemuan Batin Betuah Duri, Senin pagi (22/01/18). Raker yang membahas seputaran persoalan pendidikan terutama menyangkut pungutan liar (pungli) di sekolah itu dipimpin langsung oleh wakil ketua Komisi IV, Nanang Haryanto, SE.

Ikut hadir anggota komisi IV DPRD lain diantaranya, Syaiful Ardi, dr Fidel Fuadi, H. Thamrin Mali, H Samsu Dalimunthe, Fransisca dan Edy Budianto.  Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura MPd dan Kepala UPT Disdik Kecamatan Mandau Nasrizal juga hadir dalam raker itu.

Kepada para peserta raker, Nanang mengatakan masih mendengar adanya pungli di dunia pendidikan. Untuk itu, pihaknya minta agar Plt Kadisdik bisa bertindak tegas oknum kasek dan guru yang masih memberlakukan pungli di sekolah.

“Kita minta tindak tegas oknum kasek dan guru yang masih tak mengindahkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Ubahlah paradigma. Mari sama-sama majukan dunia pendidikan,” tegas Nanang.

Senada anggota komisi IV, Thamrin Mali juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak bermain-main dengan pungutan yang di berlakukan.

“Jangan cuma gara-gara yang sedikit itu, kepala sekolah  tersandung kasus hukum. Makanya kami harap kepada sekolah tidak lagi melakukan pungutan. Apakah itu melalui komite atau apa,”harapnya.

Hal sama juga disampaikan  dr Fidel Fuadi. Menurutnya jika 

ada kasek yang sampai tertangkap karena kasus Pungli akan sangat

mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis. Bahkan

mencoreng nama Kabupaten Bengkalis.

 “Kalau ada sekolah membutuhkan

sesuatu, sampaikan kepada kami. Jangan dipungut kepada orang tua/walimurid,” tukasnya.

Sementara, itu Plt Kadisdik Bengkalis, Edi Sakura meminta sekolahmenghindari timbulnya laporan-laporan dari orang tua/wali murid. “Patuhi Perpres No. 87

Tahun 2016. Dengan adanya ini kedepan hindari Pungli itu. Kalau tertangkap tangan bapak/ibu guru kepala sekolah akan berhubungan dengan pihak yang berwajib,” tukasnya.

Sementara itu, raker juga membuka sesi tanya jawab dengan peserta. Para kasek mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang terjadi di lingkungannya. Pertanyaan yan apa perbedaan sekolah negeri dan swasta juga dicuarkan seorang kasek. (susi)