RUPAT (Riaulantang) – Forum Anak Nasional Kecamatan Rupat (FANRup) bersama  mahasiswa Universitas Riau (UR) yang  melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kecamatan Rupat, Rabu kemarin, 25 Juli 2018, menggelar sosialisasi tentang kekerasan anak bagi pelajar SMPN 1 Rupat.
Sosialisasi yang diikuti oleh 100 peserta dari kalangan pelajar dan pendidik di SMPN 1 Rupat ini, dihadiri langsung Kepala UPT Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Rupat, Enrawan, Pembina FAN Rupat Hadianto, Wakil Kepala SMPN 1 Rupat Tamarson, mahasiswa Kukerta UR, Ryan Kurniawan, Mustaqim dan kawan-kawan, serta pengurus FANRup.
Dikatakan Hadianto, kegiatan sosialisasi sebagai rangkaian mengisi peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 di Kecamatan Rupat. Tujuannya, agar seluruh elemen di Kecamatan Rupat, mulai dari tenaga pendidik, peserta didik maupun masyarakat serta stakeholder terkait lainnya mengetahui tentang persoalan kekerasan terhadap anak.
Mengingat, saat ini anak-anak masih rentan dengan persoalan kekerasan, mulai dari kekerasan fisik maupun psikis.
Diantaranya kekerasan psikis yang tanpa disadari oleh orang tua, misalnya perkataan mengancam, menakut-nakuti, berkata kasar, penelantaran pendidikan anak, penelantaran pada pemenuhan gizi dan menyuruh anak bekerja berlebihan.
Kepala UPT PPPA Rupat, Enrawan, memberikan apresiasi kepada FANRup yang bergandeng tangan dengan mahasiswa Kukerta UR menggelar sosialisasi tentang anak. Langkah ini penting, selain sebagai untuk meningkatkan silaturahmi, juga sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang masalah kekerasan anak.
Apalagi kata mantan Lurah Pergam ini, dalam sosialisasi ini tidak hanya fokus pada materi semata, tapi dilaksanakan ice breaking (pencair suasana), sehingga mencairkan suasana dan sekaligus mampu membentuk mentalitas pelajar.
“Kami memberikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa dan FANRup,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Kepala SMPN 1 Rupat, Tamarson, mengucapkan terima kasih kepada FANRup dan mahasiswa Kukerta UR yang memilih sekolahnya sebagai tempat sosialisasi. Kegiatan ini, tentu dinilai positif untuk meningkatkan pengetahuan bagi para anak didiknya dan para tenaga pendidik.
“Kegiatan sangat bagus, terutama dalam pengembangan bakat dan minat anak-anak didik kami. Terutama pada kegiatan ice breaking, Alhamdulillah anak-anak senang,” ungkap Tamarson.
Ternyata disela-sela ice breaking, anggota FANRup Azri menampilkan bakatnya menyambungkan suara merdunya, sehingga membuat orang-orang yang ada di ruangan tersebut terdecak kagum.
Pada kesempatan itu, pengurus FANRup, mahasiswa, wakil kepala sekolah dan peserta sosialisasi membuat gambar lima jari dan  membubuhkan tandatangan di sebuah karton putih, tanda tolak kekerasan terhadap anak.(dwi)