BENGKALIS (Riaulantang)– Raut wajah dan nada kesal berkali-kali terlihat dan diungkapkan Bupati Amril ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kesejumlah lokasi berdirinya bangunan milik pemerintah Kabupaten Bengkalis.

 Sejumlah bangunan yang di sidak Bupati Amril meliputi Wisma Atlit, Lapangan Golf, lapangan panjat tebing, salah satu aset PDAM Bengkalis, kemudian komplek bangunan SMA plus yang terletak di desa Wonosari Tengah.

“Jangan sampai tiap tahun masalah yang harus kita selesaikan mengenai aset melulu, Sedih kita di Bengkalis banyak bangunan tapi tidak difungsikan dengan baik, mulai sekarang data betul semua aset yang kita miliki, akhir tahun ini harus selesai,” kata Amril dihadapan Kepala Dinas terkait. 

 Mendapati petugas keamanan di lapangan golf  tidak mengenakan seragam, kekesalan Bupati Amril semakin bertambah.

 “Meski lapangan ini jauh dari perkantoran, petugas kemanan harus tetap memakai seragam, biar tahu mana tamu dan mana pengunjung, sesekali satpam juga ikut memelihara kebersihan tempat ini” ungkapnya kepada satpam lapangan golf.

Atlet yang tinggal di rumah tunggu lapangan panjat tebing juga tak luput dari tegurannya.

 “Mulai sekarang dan seterusnya, keindahan di tempat ini harus dijaga, jangan lagi menggantungkan pakaian di areal papan panjat tebing, pertama tak enak dipandang, kedua sudah selayaknya ampaian dibuat dibelakang,” pesan Amril yang melihat pakaian dijemur tidak beraturan.

 Lain halnya saat berada di komplek SMA Plus desa Wonosari Tengah, Bupati Amril terkejut mengetahui adanya bangunan yang cukup bagus dilokasi tersebut namun tidak dimanfaatkan sama sekali.

 “Orang lain susah mendirikan bangunan, kita bangunan sudah ada tapi tidak dimanfaatkan. Dalam minggu ini buat Mou pinjam pakai dengan AKN Bengkalis. Mengenai regulasi yang masih kurang, harus segera kita penuhi. Tentunya kita juga harus berkoordinasi dengan DPRD Bengkalis untuk menyelesaikan permasalahan aset yang kita hadapi saat ini,” kata orang nomor satu di Negeri Junjungan itu.

 Bupati Amril mengatakan itu setelah mendapat penjelasan Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan, Edi Sakura ada satu bangunan yang sejatinya digunakan untuk sekolah Menengah Atas Plus sudah siap dipakai namun belum digunakan.(hms)