Suasana di rumah duka Sharen

DURI (Riaulantang) – Innalillahi wainnaillahi rojiun, Sharen Izara Adria bayi berumur 11 bulan yang menderita kanker ginjal di Jalan Gaya Baru Gang Bata Merah, dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan medis di Pekanbaru. Nyawa Sharen tak tertolong saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu, (12/12/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kabar duka tersebut disampaikan Reza, ayah Sharen, Kamis pagi (13/12/18). Kepada Riaulantang.com Reza mengatakan, Maghrib (Rabu malam) Sharen sudah kelihatan susah dan gelisah.

“Tanda-tandanya sudah kelihatan sewaktu Maghrib. Dikasih minum atau makan, Sharen sudah menolak. Mau jelang tengah malam Sharen meninggalkan kita semua. Ini mungkin jalan terbaik buat Sharen, anak kami,”ungkapnya bersedih.

Dikatakan Reza, keberangkatanya ke Pekanbaru, Selasa (11/12/2018) untuk melanjutkan pengobatan Sharen. Namun hanya bertahan sehari, bayi Sharen menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Arifin Achmad.

“Upaya pengobatan sudah kami lakukan. Tapi inilah jalannya. Kami keluarga besar, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan untuk anak kami. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan, bapak dan ibu,”pungkasnya.

Sementara itu kabar duka meninggalnya bayi ini mendapat perhatian luas warga dan netizin. Ucapan belasungkawa disampaikan warga dan netizin melalui media sosial FB.

Duka bayi ini dari awal memang mencuri perhatian warga. Sebelum keberangkatannya berobat ke Pekanbaru, sejumlah pihak seperti Putra Sulung Bupati Bengkalis, Septian Nugraha, Anggota DPRD Bengkalis, dr Fidel Fuadi dan Ketua BSMI Bengkalis dr Benni datang mengunjungi kediamannya menyampaikan rasa kepedulian.Bantuan dan uluran tangan untuk memudahkan pengobatan sang bayi pun diberikan. Namun nasib berkata lain, bayi Sharen lebih dulu dipanggil sang Khalidnya.

Selamat jalan Sharen, tenang disana. Ini jalan terbaik untuk Sharen.(bambang)