DURI (Riaulantang)- Lagi lagi praktek potongan dana dengan bahasa sukarela menimpa guru honor TK di Kecamatan Mandau. Dana insentif Rp 275 ribu/bulan dari dana APBD Bengkalis ini, dicairkan beberapa hari lalu dengan sistem rapel untuk  7 bulan. Namun sayang, pas pembayaran terjadi pungutan liar yang dilakukan menyeluruh untuk penerima. 

Dari total rapel  7 bulan yang dibayarkan, para guru honor ini  setiap guru honor mendapat Rp 1.925.000. Namun sewaktu dana ini diambil, ternyata ada potongan sebesar Rp 100 ribu. Dengan alasan tidak ada uang yang jatuh dari langit, dan sipemberi dicap sukarela dan ikhlas telah dipotong dananya.

“Kami sudah menerima dana insentif untuk 7 bulan, beberapa hari yang lalu. Tapi di potong Rp 100 ribu. Untuk apa nya kami kurang tau. Mungkin juga untuk pengurusan, “kata guru honor TK, yang enggan disebut identitasnya ke Riaulantang.com, Minggu (13/07/17).

Saat ditanyakan siapa saja yang mengalami potong uang insentif itu para guru ini mengaku seluruh guru honor yang telah berhak menerima.” Kalau jumlahnya ratusan guru honor  untuk Kecamatan Mandau. Total pasti saya tidak tau, yang pasti setiap orang Rp 100 ribu,”ungkapnya sembari mengatakan agar identitasnya dirahasiakan karena persoalan ini menjadi bahasan hangat di kalangan guru honor TK, apalagi pungutan serupa sebesar Rp 110.000/orang dikecamatan Pinggir sudah diberitakan sebelumnya.

Miris memang, disaat guru honor dengan gaji pas pasan mengharapkan insentif dari pemerintah Kabupaten Bengkalis, dan sudah menerimanya untuk mencukupi kebutuhan, namun tetap saja ada praktek praktek dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak surutnya praktek pungli dinegeri ini. 

Terkait pungli yang diperkirakan mencapai puluhan juta ini, Kepala UPT Diknas Mandau, Nasrizal ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan.(bambang)