negosiasi warga dengan Wakapolsek agar membuka blokir jalan masuk ke waterpark

DURI (Riaulantang)- Tolak peresmian waterpark Labersa, puluhan warga, Sabtu pagi (25/08/18) memblokir jalan masuk ke Waterpark itu. Ban-ban bekas ditumpuk warga di jalan masuk yang berada di perbatasan jalan perumahan dengan jalan yang dibuat Waterpark Harationica.

Aksi pemblokiran ini membuat tamu-tamu yang berdatangan terhalang masuk. Mereka tertahan di batas blokir yang dihadang warga. Suasana menjadi tegang.

Sejumlah OKP berseragam juga terlihat berada di lokasi yang di blokir. Cukup lama tamu yang datang untuk peresmian itu tertahan dibatas blokir. Akhirnya Wakapolsek Mandau AKP Ali Suhud mencoba mengadakan negosiasi dengan Ali Amran salah seorang warga yang lahannya terimbas limbah waterpark itu.

Dalam negosiasi itu Ali Suhud meminta agar warga bisa membuka blokir jalan. Namun permintaan wakapolsek tak diindahkan warga karena merasa waterpark ini sudah mengabaikan kepentingan warga. Suasana pun menjadi panas.

Karena negosiasi tak mencapai sepakat, akhirnya pemblokiran dibuka paksa. Ban-ban bekas di singkirkan ke pinggir jalan dan mobil tamu pun mulai masuk.

Melihat mobil mulai masuk, Ali Amran spontan bergerak. Ali mengejar mobil itu dan menghadangnya sembari membentangkan tangan.

“Tabrak saya kalau mau masuk,”” ujar Amran yang membuat suasana menjadi semakin memanas.

Aksi Ali Amran ini sontak membuat warga lain bergerak. Ada warga yang menenangkan Ali dan menariknya ke pinggir hingga mobil tamu bisa masuk.

Namun masih ada satu lagi penghalang. Satu unit mobil yang dilintangkan di tengah jalan masih membuat tamu tertahan. Akhirnya mobil itu didorong paksa bersama-sama oleh pihak waterpark dan sejumlah OKP ke pinggir jalan.

“Aneh bagi kami. Izin operasional tak ada, masih tersangkut sangsi DLH tapi kok masih tetap di resmikan,” ujar Porman Panjaitan warga yang mengaku 1 hektar lahannya yang masuk dalam kawasan waterpark itu masih belum jelas penyelesaiannya.

Disampaikan Porman, tidak hanya warga, dia dan keluarganya pun beraksi. Mereka sempat melintangkan mobil di gerbang masuk waterpark dan tidur di tengah jalan untuk menghalangi tamu yang masuk. Hanya saja aksi yang dilakukan di lahannya itu berakhir karena dia masih bisa mengalah lantaran pihak waterpark beralasan tamunya mau beribadah di dalam sebelum peresmian.

“Udah gelap semuanya tadi. Pas dia bilang mau bakar mobil saya. Apapun yang terjadi terjadilah. Namun karena ada yang baik baik minta pengertian saya mereka mau beribadah dulu akhirnya saya mengalah. Tapi saya akan lintangkan lagi mobil jika ada pihak pemerintah yang masuk resmikan waterpark bermasalah ini,”ujarnya.

Sementara itu, warga perumahan bumi hijau yang jalan perumahannya di jadikan akses keluar masuk waterpark ini juga menyampaikan keberatannya.

“Jalan ini biasanya sepi dan hanya kami (warga perumahan-red) yang keluar masuk. Tapi sekarang ini kok dijadikan jalan ke waterpark ini. Enak saja mereka menjadikan jalab ini untuk aksesnya. Mereka dapat untung kami dapat debunnya,” ujar Adri warga setempat.

Hingga berita ini di update, sejumlah warga masih berjaga melihat siapa dari pihak pemerintah yang berani meresmikan waterpark yang belum mengantongi izin ini.(susi)