DURI (Riaulantang)- Memberikan pemahaman yang utuh mengenai konsep sekolah alam,  Sekolah Alam Duri (SAri), Senin (21/08/17) mengelar  training meningkatkan kualitas pengajaran guru.  

Traning yang digelar selama dua hari berturut-turut hingga Selasa (22/08/17) ini melibatkan seluruh pihak yang berada di Sekolah Alam Duri. Baik pegawai maupun fasilitator mulai dari Play ground( PG) Sampai Sekolah Dasar(SD) Alam Duri.

Pemateri Nina Fadila yang berasal dari  Sekolah Alam Bangka Belitung sengaja didatangkan untuk berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan konsep Sekolah Alam.

Ketua pelaksana Arif Prayetno mengatakan taining  ini nantinya bisa bermanfaat dan menambah kreatifitas para fasilitator serta terus mengembangkan potensi yang ada.

“Training ini untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai konsep sekolah alam bagi para guru/fasilitator. Tidak hanya itu,   implementasinya juga sangat penting bagi suksesnya tujuan pembelajaran baik outdoor maupun indoor. Makanya kita adakan pelatihan ini. Mudah-mudahan bermanfaat,” jelasnya sembari menyampaikan bahwa kurikulum Sekolah Alam berfokus pada akhlakul karimah, logika, kepemimpinan dan bisnis yang semua dikemas dalam aktifitas pembelajaran terintegrasi spider web.

Disisi lain Nina Fadila selaku pemateri memberikan materi  mulai dari konsep dasar sekolah alam hingga penerapan di lapangan seperti Belajar Bersama Alam (BBA), Belajar Bisnis Bersama (BBB), Learn from Maestro, Kreatifitas, Magang, dan lain sebagainya.

Nina mengawali materinya dengan open
mind tentang pendidikan di Sekolah yang dipengaruhi oleh Guru. Menurutnya open
mind yakni  tentang tugas, karakter dan karier seorang guru. Dimana dalam dunia pendidikan, kualitas penyelenggaraan pendidikan terbaik akan sangat tergantung dari 3 faktor utama diantaranya guru yang berkualtias, metode terbaik yang digunakan serta buku terbaik yang dijadikan referensi.

“Dalam pengajaran dikelas agar tidak mudah bosan, isilah dengan display kelas. Display menjadi salah satu penunjang pembelajaran yang menarik dan mudah diingat anak anak serta tidak ribet dalam membahasnya,” pungkasnya. (susi)