Aksi Solidaritas IDI Cabang Bengkalis

DURI (Riaulantang)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bengkalis, Rabu pagi (28/11/18) sekira pukul 08.30 WIB mengelar aksi solidaritas terhadap tiga rekannya yang ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Aksi solidaritas yang berlangsung sekitar 30 menit itu dilaksanakan di dua titik, masing-masing di RSUD Mandau dan RSUD Bengkalis.

Dengan mengambil tempat di halaman RSUD Mandau dan Bengkalis, puluhan dokter yang mengunakan jas putih kebesarannya ini mengelar aksi solidaritas yany cukup menarik perhatian pengunjung RSUD. Mereka berkumpul sembari membicarakan kasus hukum yang tengah melilit rekan sejawatnya.

Ketua IDI Ketua IDI Cabang Bengkalis , dr. Rinaldi Saputra, SpB didampingi sekretaris dr. Benny Andica Surya, SpPD menjelas aksi solidaritas yang digelar IDI Bengkalis ini bentuk dukungan moril terhadap rekan sejawat yang tengah menjalani proses hukum di PekanBaru.

“Aksi solidaritas kami hari ini untuk memberikan kekuatan dan dukungan bagi rekan kami yang ditahan di Kejari Pekanbaru. Mudah-mudan mereka mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya dari proses hukum yang tengah dijalani. Semoga kasus ini cepat selesai dan saudara kita terbebas dar jerat hukum ini,” jelas dr Benny.

Disampaikannya aksi solidaritas dilakukan hanya sekitar 30 menit. Ini dengan pemikiran tak menganggu layanan masyarakat mengingat beban kerja yang mereka jalani.

“Kami pastikan tak ada layanan masyarakat yang terganggu. Karena layanan operasi dan poliklinik baru mulai jam 09.00 WIB. Pada jam itu pun aksi kami pun sudah bubar,” ujar Benny yang mengikuti aksi solidaritas di halaman RSUD Mandau bersama puluhan dokter lain yang ada di Duri.

Sementara itu kasus penahanan terhadap 3 dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berawal dari dugaan korupsi dana Alat Kesehatan (Alkes). Tiga dokter masing-masing dr KP , SpBP-RE, dr WZ SpB(K)KL dan Dr drg MS SpBM, digugat oleh pihak rumah sakit dengan tuduhan praktik korupsi pengadaan barang di RSUD Arifin Achmad. Namun ditengah perjalanan di duga ada kriminalisasi terhadap tiga dokter spesialis ini hingga kemudian sontak memicu rasa solidaritas dokter dokter yang ada di Riau.

Sebelumnya aksi solidaritas juga sudah di lakukan dokter di Pekanbaru dengan mendatangi Kantor Kejari Bengkalis, Selasa (27/11/18) kemaren. (susi)