BAGANSIAPIAPI (Riaulantang)-Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Rejeki Laut, Said (48) warga Pulau Halang meninggal dunia mengenaskan dilaut. ABK itu meninggal akibat kayu bubu yang ditopangi patah. Tubuhnya penuh luka dan sempat terseret arus sejauh 100 Meter.

Kapolres Rohil AKBP Posma Lubis Sik melalui Kasubag Humas Aiptu Pangeran Chery kepada Riaulantang Rabu (19/7/2017) membenarkan kejadian tersebut

“Benar, hari ini tim sudah menemukan korban yang meninggal,” terang P Chery.

Dikatakannya, Senin malam (17/7 /2017) sekira pukul 20.00 WIB, KM. Rejeki Laut bertolak dari gudang Cin Gong menuju tiang bubu di tepi P Barke dan tiba di tiang bubu sekira pukul 21.00 WIB.

Pelaku langsung memasang pukat bubu. Setelah pukat bubu di pasang tekong dan ABK kapal istirahat. Sekira pukul 00.00 WIB  tekong (nahkoda) KM  Rejeki Laut bejo membangunkan ABK untuk menarik  pukat Bubu dan menaikan hasil laut.

Sekira pukul 01.15 WIB  saat menaikkan hasil, salah satu tiang bubu patah. Patahan tiang bubu mengenai lambung kapal  KM Rejeki Laut sehingga kapal  tidak dapat melakukan olah gerak.

Tekong dan ABK berusaha menyelamatkan kapal. Pada pukul 01.30 wib salah satu ABK, Soek memberi tahukan kejadian ke Toke bahwa kapal sudah penuh air dan berusaha menyelamatkan diri.

Soek dan Said memanjat tiang bubu yang masih ada dan Bejo naik ke rumah rumah kapal. Pukul 02.00 wib tiang bubu yang dipanjat Said patah dan jatuh keair.

Dikarenakan hari gelap korban tidak terlihat dan hanya terdengar teriakan. Pada pukul 03.00 wib kapal jemputan dari pulau Halang datang di TKP  dan korban yang selamat dibawa ke pulau Halang.

“Rabu, (18/7/17) pukul. 14.00 Wib. Team SAR Sat Polair Polres Rohil bersama unit Patroli Dit Polair Polda Riau, tberhasil menemukan korban Said yang hilang. Penemuan korban berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Saat ini korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,”pungkas Chery (Jon)