DURI (Riaulantang)- dr Fidel Datuk Majo Baso owner RS Permata Hati Duri, Sabtu pagi (02/09/17) memainkan peran sebagai tukang jagal.  Satu persatu sapi kurban dari dokter, perawat dan karyawan RS PH dipotong di halaman belakang RS PH Jalan Sudirman Duri. Dari  7 ekor sapi yang dipotong, 3 diantaranya sapi “montok” berbobot antara 450 kg hingga 400 kg. Sapi ini merupakan kurban dari dr Fidel, dr Gumana dan dr Erry Franto.

Disela aksi jagalnya ini, didokter Fidel yang juga anggota DPRD Bengkalis dari Partai PKS ini menjelaskan 7 ekor sapi kurban dari dokter, perawat dan karyawan ini tak semuanya untuk peserta, karyawan dan warga setempat. Tiga ekor diantaranya di sumbangkan untuk warga pelosok yang berada di desa Harapan Baru, Tasik Serai dan Buluh Opo.

“Ketujuh ekornya kita potong disini.  Tapi 3 ekornya disumbangkan untuk tiga desa tadi. Sisanya yang 4 ekor kita bagikan untuk peserta, karyawan dan warga sekitar,” jelas Fidel.

Sementara itu, berbeda dengan aktifitas kurban di sejumlah tempat yang didominasi kaum pria,  dilokasi penjagalan RS PH ini justru terlihat dominasi kaum hawa. Sejumlah aktifitas pemotongan daging, pencucian isi perut, mencincang tulang hingga memasukan daging ke dalam plastik justru di lakoni kaum hawa. Maklum mayoritas karyawan RS PH ini kebanyakan kaum hawa.

“Memang beda dibanding tempat lain. Disini kebanyakan pekerjaannya di lakoni kaum ibu. Maklum 80 persen karyawan kami adalah kaum ibu,” ujar Direktur RS PH, dr Efriyanti sembari menyebut bahwa ini kurban ke 6 kali yang dilaksanakan oleh RS PH. (susi)