DURI (Riaulantang)- Menindak lanjuti laporan warga, adanya dugaan sejumlah salon di Duri yang menyalahi izin dengan menyediakan jasa plus-plus, puluhan anggota satpol PP Mandau, Senin (24/07/17) mendatangi sejumlah salon di Duri.

Salon pertama yang didatangi Morris Salon di Jalan Mawar Duri. Selain mengecek identitas para pekerja, satpol PP juga mengecek ruangan-ruangan yang ada di salon lantai 3 itu.

Saat mengecek lantai 2, yang lampunya mati namun ada kegiatan pemijitan , team satpol PP menemukan dua pelanggan yang tengah dipijat diruang yang disekat kain. Satu pria masih dalam kondisi berbaju lengkap sementara satunya lagi hanya mengunakan celana pendek.

Melihat kondisi ini satpol PP langsung heran, namun pemilik salon bersikeras bahwa pelanggan hanya tengah facial (cuci muka red).

“Facial kok buka baju dan celana,” celutuk wartawan yang ikut penertiban itu.

Setelah mengumpulkan semua pekerja, team satpol PP meminta identitas pekerja. Dari lima pekerja, tiga tak memiliki identitas hingga di bawa ke kantor satpol PP untuk didata.

Penertiban dilanjutkan ke Refleksi Kakiku Jalan Hang Tuah. Disini hanya ada aktifitas urut refleksi dan facial. Dari 15 pekerja, 11 tak memiliki identitas. Akhirnya 11 pekerja ini dibawa ke kantor satpol PP.

“Razia kali ini menindaklanjuti laporan warga tentang adanya salon yang juga menyediakan jasa plus. Makanya kita turun untuk mengecek kebenaran ini. Karena kita tak bisa menuduh tanpa barang bukti,” jelas Kasi Trantib Mandau, Maspuri.

Dijelaskannya, dari penertiban ini minimal ada shock terapi kepada pemilik untuk mengevaluasi usahanya dan menertibkan para pekerjanya.

“Mereka yang kita amankan dan didata jelang dijemput bosnya,” jelas Maspuri lagi. (Susi)