DURI (Riaulantang) – Penegasan Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan alias Eet yang minta agar Satpol PP menutup seluruh usaha hiburan malam yang tidak mengantongi izin sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ada di Kabupaten Bengkalis mendapat dukungan penuh dari H Selamat Simamora, pentolan Front Pembela Islam (FPI) di Duri.

“Kita dari FPI sangat mendukung penegasan yang disampaikan Pak Eet sebagai wakil ketua DPRD Bengkalis. Beliau minta agar seluruh tempat hiburan yang tak punya izin maupun yang menyalahi izin agar ditutup tanpa pandang bulu. Eksekusi dari seluruh aparat terkait yang berwenang untuk itu pun sangat dinantikan masyarakat,” tegas Simamora.

Ditambahkannya, dalam pertemuan antara Upika Mandau dengan pengrus Ormas Islam di Duri sebelum Ramadhan lalu, Ketua MUI Mandau H Zulkifli Janain sudah mengeluarkan pernyataan merisau.

“Menurut beliau, praktek maksiat di Mandau menduduki rangking satu. Tak hanya judi dan Miras serta Narkoba saja, tapi juga tindak prostitusi. Karena itu eksekusi dari pihak terkait sangat ditunggu warga,” ujarnya.

Simamora juga minta para pelaku usaha hiburan untuk mematuhi aturan yang berlaku di negeri ini. Mereja jangan hanya memikirkan untung saja tanpa menghiraukan peraturan serta norma yang berlaku. “Tolong taati aturan yang ada. Jangan abaikan kearifan lokal. Kalau tidak, maka kemarahan warga bisa saja muncul. Kami di FPI, terus terang sangat geram melihat setiap praktek maksiat yang terjadi di daerah ini,” tambahnya.

Dia juga mengimbau umat beragama di daerah ini untuk sadar sesadar-sadarnya bahwa praktek maksiat yang meraja lela itu akan memancing turunnya murka Tuhan. “Kita tak ingin melihat azab dan murka Allah turun di bumi Mandau ini. Karena itu kita minta semua pihak terkait tegas. Tegakkan aturan. Buka mata, buka telinga dan jangan abaikan kata hati,” pungkasnya.(dan)