DURI (RiauLantang) – Tidak rela melihat Kecamatan Mandau dan Pinggir dilanda perpecahan hanya gara-gara adanya perbedaan agama dan etnis, Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Mandau dan Pinggir sengaja menggelar pertemuan silaturrahmi bersama komponen masyarakat di Makoramil 04 Mandau di Duri, Kamis (18/5/2017). 

Acara silaturrahmi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H itu diprakarsai Danramil 04 Mandau Kapten (Inf) Y Mendrofa dan para anggota. Acara tersebut mengambil subtema

 “Melalui kegiatan silaturrahmi kita tingkatkan persatuan dan kesatuan serta menumbuhkembangkan sikap toleransi beragama demi keutuhan NKRI”.

 Dalam sambutannya, Danramil 04 Mandau, Kapten Y Mendrofa menyebut, acara ini sudah dia komunikasikan dengan Camat serta Kapolsek Mandau dan Pinggir. 

“Kita berkumpul disini untuk saling memberi saran, bukan saling mengajar,” kata Mendrofa di hadapan Upika Mandau dan Pinggir serta para pemuka agama dan etnis maupun pejabat pemerintah yang hadir. 

Kini, lanjut Danramil, dimana-mana banyak berita hoax. Perbedaan agama yang dipertentangkan bisa memicu perpecahan. Sebelum merdeka, perbedaan itu sudah ada juga. Tapi bisa disatukan sehingga perbedaan itu menjadi modal menuju kemerdekaan. 

“Karena itu, mari kita dukung dan kita pelihara toleransi antar umat beragama yang sudah terbina disini,” pinta Mendrofa. 

Dia juga menyebut situasi aman dan kondusif di Mandau dan Pinggir selama ini tercipta berkat adanya sikap saling menghargai. Agar tak terjadi perpecahan di tengah masyarakat, menurut Mendrofa, peran dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangatlah diharapkan. 

“Kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan, selalulah berhubungan dan berjumpa dengan masyarakat. Jadilah perekat. Kalau ada informasi atau kejadian diluar Mandau yang tak benar, segera luruskan agar tak memicu perpecahan. Mari kita jaga silaturrahmi. Kita adalah bersaudara. Saudara sebangsa dan setanah air,” pesan Danramil.

 Camat Pinggir, Jamaluddin memberi apresiasi khusus kepada Danramil 04 Mandau selaku peneraju kegiatan. 

“Persatuan dan kesatuan itu sangat mahal harganya. Jadi harus terus diupayakan. Mandau-Pinggir beragam agama dan etnis. Antar tokoh agama dan etnis harus saling silaturrahmi agar tak terjadi perpecahan. Kalau pecah, yang rugi rakyat. Jadi, sekecil apapun persoalan, selesaikan lewat musyawarah dengan hati sejuk agar masalah itu tak berkembang menjadi besar,” pesannya.(dan)