DURI (Riaulantang) – Kenaikan tagihan listrik bagi pelanggan yang memiliki daya terpasang 900 VA banyak dikeluhkan masyarakat Duri dan sekitarnya akhir-akhir ini. Keluhan itu mengemuka sejak awal tahun 2017 lalu. Banyak pelanggan PLN di daerah ini kaget dengan lonjakan tajam tagihan listrik mereka.

Pada 1 Januari 2017, tarif listrik untuk daya 900 VA naik 30 persen. Pelanggan terkejut. Kekagetan itu berlanjut. Pasalnya, kenaikan dengan persentase sama kembali diberlakukan pada 1 Maret dan 1 Mei 2017 lalu. “Rentetan kenaikan tagihan rekening listrik itu tentu saja membuat masyarakat terkaget-kaget. Sangat banyak pelanggan yang mengeluhkannya disini,” ucap Ujang, seorang warga Duri.

Terkait keluhan banyak pelanggan tersebut, GM PLN Wilayah Riau-Kepri, M Irwansyah Putra saat menghadiri buka bersama di kantor PLN Rayon Duri, Senin (12/6/2017) lalu membantah adanya kenaikan tarif dasar listrik. Menurutnya, tidak ada sama sekali kenaikan tarif dasar listrik. Yang ada hanya penarikan subsidi saja.

“Itu bukan kenaikan tarif listrik. Tarif tetap sama. Namun pemerintah menerapkan subsidi listrik tepat sasaran. Artinya, subsidi hanya diperuntukkan buat pelanggan miskin sesuai data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan) saja. Diluar itu, tak dapat subsidi. Jadi, tarif listrik tetap. Subsidinya yang ditarik,” ujar Irwansyah.

Ditambahkannya, pemerintah menyediakan waktu dan tempat bagi masyarakat miskin sesuai kategori TNP2K untuk melapor sehingga tagihan listrik mereka tetap dapat subsidi. “Bagi yang betul-betul masuk kategori miskin disilakan mendaftar. Yang sudah keluar dari zona itu dan kini masuk kategori mampu agar mengerti bahwa ini adalah program pemerintah dan PLN hanya melaksanakan saja,” imbuh Irwansyah lagi.

Dia juga menegaskan bahwa meteran dengan daya terpasang 900 VA bukannya tidak ada lagi. Itu hanya akan diperuntukkan buat masyarakat yang betul-betul miskin saja. Sementara pelanggan mampu yang masih memiliki daya 900 VA tidak lagi diberikan subsidi. “Tarif untuk mereka disesuaikan dengan keekonomian,” pungkasnya.(dan)