BENGKALIS (Riaulantang) – Masyarakat pulau Bengkalis, seakan memiliki rasa rindu dan penasaran terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS), seorang Mubaligh yang dikenal sebagai da’i sejuta follower, di era melenial ini.

Hal itu terbukti dari kehadiran masyarakat, dalam acara Tabligh Akbar sempena memperingati Hari Jadi Bengkalis ke-506, yang menghadirkan Ustadz kebanggaan Riau yang telah tersohor ini, di Lapangan Tugu Bengkalis, Senin malam 16 Juli 2018.

Ditaksir 12.000 lebih masyarakat memadati Lapangan Tugu Bengkalis, sejumlah Jalan yang berada disekitarnya, seperti Jalan Ahmad Yani dan Sudirman, bak titik-titik yang berwarna-warni jika dilihat dari atas langit.

Melihat kondiri ini, dan sebagaimana yang sudah diprediksi Bupati Bengkalis Amril Mukminin cukup berbahagia atas antusias masyarakat Bengkalis yang berkumpul menjadi satu mendengarkan tausiah agama dari UAS.

“Kita awalnya memang sudah mempresiksi bahwa masyarakat akan membeludak, menyaksikan Tabligh Akbar yang disampaikan UAS. Kami sangat mengagumi sekaligus bangga atas kecintaan masyarakat terhadap ulama,” tutur Amril usai mengikuti Tabligh Akbar dengan tema “Membangun Negeri Baldatun Toyibanun Warobbun Ghofur’.

Setelah mendengarkan tausiah ustadz Internasional ini, Bupati Bengkalis juga mengajak seluruh elemen Negeri Junjungan untuk semakin kuat dan bersatu seperti yang telah ditunjukkan masyarakat ketika memenuhi Lapangan Tugu mendengarkan tausiah UAS.

“Kami sangat yakin, kita semua bisa menjadi satu kesatuan yang kuat sehingga mampu membangun negeri ini menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Apa lagi UAS sudah menyampaikan 5 pesan agar negeri ini baik, kepada kita semua yang hadir pada Tabligh Akbar ini,” tuturnya.

Adapun 5 buah pesan agar Kabupaten Bengkalis mampu menjadi Baldatuan Toyibatun Warobbun Ghofur, yag disampaikan Abdul Somad pada Tabligh Akbar sempena Hari Jadi Bengkalis ke-506 itu,pertama, pemimpin yang adil.

Kemudian kedua, Pemuda yang terhindar dari narkoba, pergaulan bebas dan hal-hal negative lainnya. Ketiga, menghormati ulama, keempat, wanita yang solehah, dan kelima tidak menghardik fakir-miskin.

“Kami rasa tausiah UAS kepada kita semua ini, sangat jelas dan lugas. Mari sama-sama kita perbaiki diri kita untuk lebih baik kedepan dalam membangun negeri ini lebih baik. Kami pribadi maupun Pemerintah Daerah tidak bisa melakukan dan mewujudkan itu semua, jika tidak ada kebersamaan dan dukungan dari kita semua,” tutupnya.(rls)