DURI (Riaulantang)- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) Kabupaten Bengkalis tahun 2019, digelar di Duri, Minggu malam (14/04/19). Raker yang dilaksanakan dua hari berturut-turut itu rencananya akan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Senin (15/04/19). Seratusan lebih peserta ambil bagian dalam kegiatan itu.

Diawali penyampaikan Kadis Kesehatan Bengkalis, dr Ersan Saputra Raker Kesda itu pun dimulai. Kepada peserta yang hadir Ersan menyampaikan bahwa Raker Kesda Kabupaten Bengkalis ini merupakan Raker Kesda Kabupaten pertama yang digelar di Riau. Sebelumnya Raker Kesda Propinsi Riau sudah dilaksanakan Senin (25/03/19) di Pekanbaru.

“Ini Raker Kesda pertama di Riau dan perdana di laksanakan di Duri. Untuk itu kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia,” jelas Ersan sembari berharap peserta bisa memanfaatkan raker ini untuk pembenahan layanan kesehatan yang lebih baik.

Tak menunggu lama, dr Ersan pun langsung memulai Raker yang mengambil tema penguatan sinergisitas kabupaten dan kecamatan dalam mencapai cakupan pelayanan kesehatan semesta melalui 4 gerbang pembangunan kabupaten Bengkakis Menuju Negeri Maju dan Makmur di Indonesia. Dua narasumber dihadirkan dalam Raker Kesda. dr Ersan pun langsung bertindak sebagai moderator dua narasumber yang menghadirkan Kadis Kesehatan Riau dan Direktur RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Mengangkat topik “Tantangan dan Harapan Pembangunan Kesehatan di Provinsi Riau, Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir pun menyampaikan materi di kegiatan panel 1. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan “Peran RSUD Arifin Ahmad sebagai Rumah Sakit Rujukan Provinsi dalam pembinaan dan peningkatan pelayanan kesehatan spesialistik oleh Direktur RSUD Arifin Achmad dr. Nuzelly Husnedi, MARS.

Pemaparan dua nara sumber itu mendapat tanggapan serius dari peserta. Direktur RSUD Mandau drg Sri Sadono Mulyanto mempertanyakan penunjukkan RS Regional ke Kadis Kesehatan Riau.

Menurutnya penunjukan dan penetapan RSUD Bengkalis sebagai RS rujukan regional perlu ditinjau karena kendala geografis dan akses yang tidak 24 jam bisa dituju .

“Harap ditinjau kembali penunjukan dan penetapan RSUD Bengkalis sebagai RS rujukan regional. Kendala geografis dan akses yang tidak 24 jam bisa dituju menjadi salah satu pertimbangan,” ujar drg Sri Sadono yang akrab dipanggil Ibeng.

Dikatakannya penunjukkan RSUD Dumai sebagai RS rujukkan regional wajar ditunjuk..krn melayani rujukan dari Rohil dan Rupat. Namun Bengkalis tidak melayani kab/kota lain, sementara RSUD Mandau melayani Siak, Rohil dan Rohul.

“Memang sedikit bermasalah bila Mandau regional, karena sudah ada RSUD Dumai yang jaraknya dekat ke Mandau. Tapi kami siap,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Kadis Kesehatan Riau menjelaskan bahwa usulan Direktur RSUD Mandau itu akan di sampaikan ke Kemenkes karena syarat RS Regional harus memiliki sarana prasarana yang lebih dari RS yang ada di sekitarnya.

Sementara itu Camat Talang Muandau, Ruslan mempertanyakan masalah kematian ibu dan anak serta persoalan lainnya. Hingga berita ini dionlinekan tanya jawab antara peserta dan narasumber masih berlangsung dan dipandu dr Ersan. (susi).