DURI (Riaulantang)- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) Kabupaten Bengkalis tahun 2019, yang digelar di Duri, Minggu malam (14/04/19) melibatkan sejumlah pihak. Tidak hanya dari kalangan medis, pemerhati kesehatan dan lainnya, namun Raker yang digelar dua hari berturut-turut itu juga diikuti sejumlah pemangku kepentingan ata stake holder. Tujuannya tak lain agar Raker Kesda ini menghasilkan kesepakatan arah pembangunan kesehatan kabupaten Bengkalis yang terukur dan terarah.

Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Bengkalis, dr Ersan Saputra usai penutup raker hari pertama di Duri, Minggu malam (14/04/19).

“Ini merupakan raker kesda perdana yang kita adakan. Makanya peserta tidak hanya dari pemerhati dan kalangan medis tapi juga sejumlah stake holder. Kita ingin menjadikan ini semacam katalis. Dari sini akan jelas mau di bawa kemana arah pembangunan kesehatan kita,” ujar Ersan.

Disampaikannya dari pemaparan dua narasumber yang dihadirkan di sesi pertama Raker diketahui kekurangan dan kelebihan pembangunan kesehatan Bengkalis. Ini akan menjadi acuan untuk pembenahan hingga kebijakan dan arah pembangunan kesehatan bisa.lebih terarah dan terukur.

“Dari data yang disampaikan narasumber nampak kekurangan kita. Penyakit TB masih tinggi, penyakit menular dan gangguan kejiwaaan tinggi begitu juga DBD
Makanya ini menjadi tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan peran aktif stake holder terutama Camat untuk sama-sama menyelesaikan persoalan ini,” jelas Ersan lagi.

Ersan juga menyebut bahwa data yang disampaikan Diskes Riau tentang koata 23 ribu masyarakat tak mampu yang belum memanfaatkan program Jaminan Kesehatan cukup fanstastis. Apalagi sebagian besar koata itu belum dimanfaatkan kabupaten Bengkalis.

“Kita teriak teriak banyak masyatakat miskin yang belum terlayani, sementara koata 20 ribu tak dimanfaatkan. Makanya ini menjadi bahan acuan dan kita akan coba balik sistem pelaporannya. Data pasien yang berobat ke RSUD akan kita sinergikan ke Dinsos biar dinsos nanti yang akan lakukan ferifikasi hingga di tahun 2020 nanti mereka bisa masuk program BPJS,” ungkap Ersan.

Pihaknya juga menyebut sejumlah persoalan yang mencuat dalam Raker sesi pertama itu, diantaranya kompetensi Rumah Sakit dan tenaga kesehatan yang tak boleh lagi main comot, termasuk sinergisitas untuk mencapai cakupan seluruh masyarakat.

“RS harus berbasiskan kompetensi termasuk pemenuhan tenaga kesehatannya. Makanya dalam rangka pemenuhwn kompetensi itu memperbolehkan kerjasama dengan RS lain. Sejauh ini baru kabupaten Bengkalis yang menjalin kerjasama dengan RSUD Arifin Achmad. Stok dokter mereka cukup banyak hingga bisa dikirim ke sini dan kita siap untuk itu,” pungkasnya.

Sementara itu Raker masih akan dilanjutkan besok pagi, Senin (15/04/19). Setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis Raker akan dilanjutkan dengan pembahasan masalah kesehatan termasuk sinergisitas dengan PKK yang akan menghadirkan ketua Tim PKK Bengkalis Kasmarni Amril. (susi)