DURI (Riaulantang) – Rencana Pemkab Bengkalis membangun Duri Islamic Center (DIC) lewat proyek tahun jamak mulai tahun 2018 mendapat dukungan serius dari mantan anggota DPRD Bengkalis periode 1999-2004, HM Darna.

“Rencana itu sangat bagus. Kita mensupport sepenuhnya. Apalagi untuk membangun pusat kegiatan Islam di Duri. Namun rencananya harus betul-betul matang dan banyak yang harus dipersiapkan,” kata Darna di Duri, Selasa (12/12/2017).

Karena proyek multiyears ini akan digunakan untuk jangka panjang, maka penggunaan dan pemeliharaannya harus jelas seperti apa. Sebab Darna khawatir DIC itu bakal jadi bangunan mubazir bila tidak disertai dengan rencana penggunaan dan pemeliharaan yang jelas.

“Kita tak ingin DIC jadi bangunan mubazir. Harus bermanfaat. Sebab itu akan menelan anggaran besar dengan waktu pengerjaan tiga atau empat tahun. Sebelum dan setelah selesai harus ada strategi penggunaannya. Fisik dibangun harus berguna sebagaimana semestinya. Jangan hanya berpikir membangun sarana fisik saja,” saran Darna.

Kalau DIC tak langsung disertai dengan rencana penggunaan dan pemeliharaan yang jelas, dia khawatir gedung untuk kepentingan umat Islam itu bakal dijadikan ajang tindakan asusila seperti mesum, Narkoba dan lain-lain.

Dia juga mencontohkan sudah banyak bangunan Pemkab Bengkalis di Duri yang hingga kini tak kunjung bisa dimanfaatkan. Misalnya bangunan pasar, terminal, stadion, dan lain-lain. “Semua itu menelan anggaran besar. Tapi hanya jadi bangunan yang sia-sia. Kita tak ingin nasib DIC akan seperti itu pula,” pungkas Darna.(susi)