DURI (Riaulantang)- Isu tak sedap terkait penggelembungan suara yang dituduhkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Mandau oleh sebagian oknum yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara sementara mendapat reaksi keras dari Abi Bahrun, Kader PKS yang juga Anggota Legislatif Kabupaten Bengkalis.
Melalui postingan akun sosial medianya, Kamis malam (02/05/19) sekira pukul 20.00 WIB, Abi Bahrun tanpa basa basi memposting tantangan mubahallah bagi pihak-pihak menuduh/memfitnah PKS Mandau mengelembungkan suara.
Tantangan ini jelas mengagetkan jagat dunia maya ditengah sikap politik PKS yang memilih cooling down ditengah memanasnya perhitungan suara di PPK Mandau itu.
“Bagi yang melakukan fitnah PKS melakukan penggelembungan suara, saya tantang bermubahalah besok, Ba’da Sholat Jum’at (03/05/19) di Masjid Arafah. Silakan masyarakat ikut menyaksikan,” ujar Abi Bahrun tegas, saat dikonfirmasi Riaulantang.com.
Dikatakannya, tantangan itu tak main-main mengingat fitnah pengelembungan suara dilakukan terus menerus hingga dikhawatirkan akan mempengaruhi pikiran masyarakat.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa PKS benar tidak melakukan penggelembungan suara. Bagi yang melontarkan fitnah, saya tunggu besok,” sambung Abi seraya menjelaskan Mubahalah artinya mengambil sumpah untuk dilaknat oleh Allah SWT dan meminta diazab dengan segera. Lengkap dengan istri, keluarga, dan keturunan. Hal ini berlaku bagi kedua pihak yang sama-sama merasa benar.
Lebih lanjut disampaikannya bahwa tantangan itu dilontarkan karena pihaknya tak rela PKS di zolimi.
“Saya seorang Muslim. Tidak main-main dengan sumpah atas nama Allah SWT. Demi kebenaran yang kita junjung bersama, dan nama baik PKS serta para kadernya. Saya siap bermubahalah. Silakan dipublikasikan secara terbuka,” pungkasnya.
Sementara itu tantangan Mubahalah yang dilontarkan Abi Bahrun itu mendapat dukungan luas dari warganet.
Sampai pukul 22.32 WIB ini tantangan terbuka itu sudah di like 152 warganet, dikomen 34 kali dan share 15 kali. Namun belum satupun yang merespon tantangan Abi Bahrun itu. (susi)





























