PASIR PENGARAIAN- PLN Pasir Pengaraian Rokan Hulu berjanji Akan Upayakan Listrik Hidup Saat Sahur dan berbuka Puasa,dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atau pelanggan PLN, atas terjadinya pemadaman listrik secara berturuty-turut,disaat masyarakat muslim berbuka puasa. 

“Kami yang salah. Wajar masyarakat marah, karena saat ini PLN Rayon Pasir Pengaraian melakukan pembenahan terhadap pelayanan listrik kepada pelanggan. Kami akan melaksanakan pelayanan semaksimal mungkin, dengan berupaya mengurangi pemadaman listrik dibulan Ramadan, baik pada saat sahur dan buka puasa,” ungkap.ManagerPLN Rayon Pasir Pengaraian David Sibrani saat menghadiri rapat fasilitasi penyelesaian permasalahan kelistrikan di Kecamatan Ujung Batu dan Rambah Samo antara masyarakat dengan PLN di lantai III kantor bupati, Senin (29/5) sore. 

Rapat mediasi sebagai buntut terjadinya pengrusakan Kantor Sub Cabang PLN Ujung Batu oleh ratusan massa tersebut, dipimpin Asisten II Setda Rohul H Syaipul Bahri mewakili Bupati Rohul H Suparman, Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, Sejumlah Kepala Dinas terkait, Kabag Tapem Setda Rohul M Zaki, Manager PLN Rayon Pasir Pengaraian beserta jajarannya. Asisten II Setda Rohul H Syaipul Bahri menyebutkan dari hasil rapat mediasi antara PLN dengan masyarakat Kecamatan Ujung Batu dan Rambah Samo,

 telah didapat kesepakatan. Diantaranya masyarakat meminta PLN Rayon Pasirpengaraian tidak melakukan pemadaman listrik disaat umat muslim buka puasa dan sahur. Selanjutnya, operator PLTD Sungai Kuning Kecamatan Rambah Samo dan Tanjung Belit Kecamatan Rambah harus ada dikantor setiap hari PLN Akan Siaga selama Ramadan, jika terjadi gangguan atau pemadaman listrik, pihak PLN akan melakukan penormalan listrik secepatnya. 

Kemudian PLN Rayon Pasir Pengaraian harus banyak berkomunikasi dengan masyarakat. Petugas piket PLN di PLTD Tanjung Belit dan PLTD Sungai Kuning akan bekerja ekstra selama Ramadan. 

“Kita harapkan Camat dan Kades/Lurah agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk bisa menahan emosi, dan tidak melakukan tindak anarkis terkait pemadaman listrik yang terjadi disaat waktu bukaa puasa,” katanya Syaiful juga mengatakan, pihak PLN akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Rohul terkait beban puncak PLN pada saat masyaraat buka dan sahur puasa. 

Jika beban puncak tinggi, maka PLN akan melakukan pemadaman sejumlah titik lampu jalan. 

“Sebenarnya, mis Komunikasi antara masyarakat dengan PLN. Sehingga disaat klimaks, terjadi sesuatu yang tak dinginkan. Kedepan komunikasi pihak PLN harus ditingkatkan. Sehingga kalau ada kendala, atau terjadinya beban puncak arus listrik, masyarakat tidak salah paham,” jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Manager PLN Rayon Pasir Pengaraian David Sibrani bermohon kepada masyarakat, agar mesin PLTD PLTD sungai kuning diaktifkan kembali, kalau tidak beroperasi maka kemungkinan akan terjadi pemadaman listrik disaat buka puasa. Karena dengan tidak beroperasinya mesin di PLTD Sungi Kuning, dapat mengakibatkan kekurangan daya listrik dan akan terjadi pemadam listrik pada saat beban puncak. 

“PLN tidak ada punya niat untuk memadamkan listrik di jam berbuka puasa, sehingga mengganggu kenyamanan pelanggan PLN khusunya umat muslim yang tengah menjalankann ibadah,” pungkasnya.(RIC)