DURI (Riaulantang) – Lembaga Adat Sakai Melayu Riau Kawasan Bathin 8 & 5 bersama kalangan donatur menyantuni 40 anak yatim pada Selasa (31/12/2019) malam. Serah terima santunan tersebut berlangsung di rumah Lembaga Adat Sakai di Jalan Rangau KM 6, Duri.
Puluhan anak yatim penerima santunan terutama berasal dari RW 8 Kelurahan Air Jamban dan RW 10 Kelurahan Pematang Pudu, Duri. Kedua wilayah tersebut merupakan pemukiman warga Sakai sejak lama.
Paling tidak, 25 anak yatim penerima santunan bisa hadir saat itu. Selebihnya berhalangan. Antara lain karena pergi libur ke tempat lain. Puluhan pemuka masyarakat dan undangan kehormatan didaulat Johan untuk menyerahkan santunan itu. Termasuk Ustadz Mahmud Umar Lc serta Beni, Kasi Trantib Kelurahan Pematang Pudu yang hadir mewakili lurah.
“Kegiatan ini bukanlah acara untuk menyambut tahun baru. Malam ini kita sengaja melaksanakan tausiyah dan pemberian santunan kepada anak yatim secara langsung. Jadi, kebetulan saja waktunya pada malam ini,” kata Ketua LASMR Kawasan Bathin 8 & 5, Johan ST, MT dalam sambutannya di hadapan seratusan hadirin.
Menurut dia, kegiatan menyantuni anak yatim dan tausiyah khusus ini terlaksana berkat dukungan donatur. Antara lain dari Rifky, owner SPBU KM 6 Jalan Rangau serta dari pabrik kelapa sawit yang ada di area setempat.
“Kita memberikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih banyak kepada para donatur. Terutama kepada owner SPBU KM 6 yang telah secara kontinyu memberikan bantuan, baik untuk masjid dan musala, serta anak yatim dan warga dhuafa di wilayah ini. Rasul mengatakan, siapa yang menyantuni anak yatim akan dekat sekali dengan beliau di akhirat kelak. Dekatnya seperti jari telunjuk dan jari tengah. Mari kita doakan bisnis para donatur berjalan lancar dan kepedulian mereka pun terus berlanjut,” harap Johan.
Mewakili Lurah di acara itu, Kasi Trantib Kelurahan Pematang Pudu, Beni ikut menegaskan kembali imbauan Gubri terkait malam pergantian tahun.
“Terima kasih kepada Lembaga Adat Sakai dan donatur yang telah memberikan santunan untuk anak yatim. Ini kegiatan sangat positif di penghujung tahun 2019. Untuk ke depan, mari kita sama-sama memperbaiki diri, mempererat silaturrahmi, dan membangun komunikasi dengan Allah SWT,” ajaknya.(syukri)




























