DURI (Riaulantang) – Tausiyah khusus di acara pemberian santunan anak yatim di rumah Lembaga Adat Sakai Melayu Riau di Jalan Rangau KM 6 Duri, Selasa (31/12/2019) malam disampaikan Ustadz Umar Mahmud Lc. Tausiah ini tausih perdana sejak rumah adat ini diresmikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dua pekan lalu.
“Anak yatim tidak boleh ditelantarkan. Mereka sudah kehilangan dan tidak punya sandaran lagi. Memelihara dan menyantuni anak yatim adalah syariat Islam. Banyak ayat Quran yang mengharuskan kita untuk menyantuni anak yatim dan menanggulangi kemiskinan,” katanya.
Dia pun menyebut acara penyantunan anak yatim yang digelar LASMR Kawasan Bathin 8 & 5 malam itu sebagai kegiatan luar biasa. Umar juga mengajak para hadirin untuk ikut bersama-sama menyantuni anak yatim di lingkungan masing-masing.
Umar Mahmud pun minta hadirin untuk meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah. Caranya, dengan mempelajari, mengamalkan, dan berpegang teguh kepada Alquran dan hadits.
“Bacalah Quran secara rutin walau beberapa ayat saja. Orang yang lancar baca Quran, derajatnya disamakan dengan golongan malaikat. Kalau kita tak bisa lancar membaca, usahakan anak cucu kita. Kalau ada anak lima, targetkan salah satunya bisa hafal Quran. Sebab dia bisa memberi syafaat kepada orang tua dan keluarganya di akhirat kelak,” kata Umar.
Masyarakat kita, sambungnya lagi, tidak akan maju sebelum kembali kepada Quran dan agama. Sementara bangsa lain maju karena meninggalkan agama mereka, walau moral mereka jadi berantakan.
“Bacalah Quran. Tak pun lancar, teruslah membacanya walau terbata-bata. Sebab yang terbata-bata akan mendapat dua jenis pahala. Pertama pahala karena berjuang untuk membacanya. Kedua, pahala untuk tiap huruf yang dibaca. Untuk ibunya anak-anak yatim, bekalilah anak-anak kita dengan Quran. Sebab manfaatnya sangat luar biasa,” jelas Umar Mahmud.
Usai tausiyah, sang Ustadz langsung memandu doa. Selepas itu acara ditutup dengan kegiatan makan bersama di balai adat Sakai nan megah itu.(*)





























