PINGGIR (Riaulantang)- Setelah melakukan kunjungan kerja ke Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau.Bupati Bengkalis melanjutkan kunjungan kerja ke Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Dalam kunjungan ini Bupati berdialog dan mendengarkan aspirasi warganya. Rata-rata, masyarakat minta pembangunan insfrastruktur seperti jalan, sarana kesehatan dan pendidikan, dapat segera dibangun.

Seperti di Buluh Apo, ketika menyampaikan aspirasi warganya, Kepala Desa Buluh Apo, Sartono mengatakan, agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis segera membangun jalan lingkungan dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Atas nama warga, kami mohon kepada Pak Bupati dapat merealisasikan kedua hal itu buat desa kami. Untuk pembangunan SMP, kami siap lahan 1,5 hektar,” ujar Sartono, seraya mengatakan di desa yang dipimpinnya itu ada 3 Sekolah Dasar. Sementara jarak desanya ke SMP terdekat sekitar 25 Kilometer.

Menanggapi hal ini, Bupati Amril menjelaskan, bahwa dirinya sangat ingin apa yang menjadi aspirasi warganya itu dapat segera diwujudkan. Bisa dibangun semuanya serentak dan cepat selesai.

“Bukan hanya di Pinggir atau di Talang Muandau, tapi juga di seluruh kecamatan di daerah ini. Kami maunya seluruh pembangunan insfrastruktur dasar seperti jalan, sarana kesehatan dan pendidikan terpenuhi. Bila boleh diumpamakan, kalau masyarakat ingin pembangunannya selesai besok, kami justru malah hari ini tuntas semuanya,” jelas Bupati Amril.

Tapi, imbuhnya, keterbatasan dana menjadi salah satu kendalanya. Dia mencontohkan, untuk tahun 2018 ini, anggaran Kabupaten Bengkalis defisit Rp1,4 triliun. Sementara di sisi lain, infrastruktur yang diinginkan masyarakat untuk segera dibangun jumlahnya sangat banyak sekali yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
Karena keterbatasan dana itu pula, terang Bupati Amril, proyek strategis daerah terpaksa ditunda pembangunannya. Meskipun keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat. Misalnya pembangunan jalan Gajah Mada yang sudah direncanakan melalui proyek multi years.

Selain itu, Bupati Amril juga
menjelaskan, dalam melaksanakan pembangunan, tidak benar “menganakemaskan” suatu wilayah, sementara yang lainnya “dianaktirikan”.
“Tidak benar itu. Maunya kami, seluruh aspirasi warga tersebut, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, dapat kami penuhi. Tapi itu tadi, ada keterbatasan yang tak memungkinkan untuk bisa memenuhi semuanya secara bersamaan. Karena itu ada skala prioritas. Jadi mohon bersabar. Semua kita perhatikan. Tak ada yang diabaikan. Keinginan kami sama dengan harapan masyarakat,” ujarnya.(rls)