PINGGIR (Riaulantang)- Tiga kecamatan baru di Kabupatn Bengkalis, yaitu Talang Muandau (pemekaran Kecamatan Pinggir), Bathin Solapan (Mandau) dan Bandar Laksamana (Bukit Batu), sudah berusia lebih dari satu setengah tahun.

Namun, sejak diresmikan Bupati Amril Mukminin, Kamis, 9 Februari 2017 hingga kini, ketiga kecamatan tersebut belum mempunyai kantor camat sendiri.

Bandar Laksamana misalnya. Kantor camat dengan ibukota Tenggayun ini masih “menumpang”. Menyewa salah satu rumah masyarakat di sana.

Sementara Talang Muandau, terpaksa “menggusur” Kepala Desa (Kades) Beringin agar pindah kantor. Sedangkan kantor Kades Beringin di jalan Jend Sudirman RT 02/RW 01 tersebut, untuk sementara “disulap” menjadi kantor Camat Talang Muandau.
Mengingat pentingnya kantor camat yang refrentatif sebagai pusat pelayanan masyarakat serta administrasi pemerintahan dan pembangunan,

Bupati Amril minta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),Hadi Prasetyo dapat segera membangunnya.

“Usahakan tahun 2019 pembangunannya selesai. Kasihan masyarakat sudah lama sekali menunggu kecamatan mereka memiliki kantor sendiri yang refresentatif. Sudah lebih dari setahun setengah,” pintanya.

Didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan, H Heri Indra Putra, harapan itu disampaikan Bupati Amril ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Beringin, Talang Muandau, Senin, 3 September 2018.

Selain bentuk kantor camat yang dibangun di ketiga kecamatan itu sama, mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini juga meminta agar rumah dinas Camat maupun Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dibangun tidak jauh dari kantor camat tersebut.

“Harus berada dalam kompleks kantor camat tersebut. Begitu juga untuk perumahan staf kecamatan lainnya, seperti untuk para kasih maupun sarana pendukung lainnya seperti tempat ibadah,” pesan Bupati Amril.

Mngingat keterbatasan anggaran, Bupati Amril menegaskan, pembangunan sarana pendukung lainnya tetap dilakukan secara bertahap.

“Yang penting dan harus didahulukan adalah kantor camat serta rumah camat, Sekcam dan pos jaga. Yang lain bukan tidak penting, tapi prioritaskan 4 hal itu terlebih dahulu” imbuhnya.

Di bagian lain, dia juga berharap, lokasi pembangunan kantor camat untuk 3 kecamatan baru tersebut dapat menjadi “magnet” atau lokomotif bagi tumbuhkembangnya kawasan baru. Bukan di lokasi yang ke depannya sulit untuk dikembangkan. Misalnya di kawasan yang padat penduduk.

Meski demikian, Bupati Amril juga mengingatkan, kawasannya yang akan digunakan untuk pembangunan kantor camat dan fasilitas pendukung lainnya tersebut, benar-benar jelas peruntukkannya. Misalnya bukan kawasan yang terlarang, sehingga ke depan tidak menimbulkan persoalan hukum.

Selain itu, dia juga berpesan, agar lokasi yang akan dijadikan tempat untuk pembangunan kantor camat tersebut juga memperhatikan sejarah dan aspirasi warga setempat.

“Untuk Talang Muandau ini misalnya, kalau kami tidak salah ingat ada kesepakatan masyarakat bahwa lokasi kantor camat harus berada pada lokasi yang paling dekat dengan desa-desa yang ada di kecamatan ini. Perhatikan keinginan warga tersebut. Tapi tetap harus sesuai ketentuan. Bisa jadi keinginan mereka itu bertentangan dengan ketentuan,” pungkasnya.(rls)