DURI (Riaulantang)- Resiko pekerjaan yang terkadang harus mempertaruhkan nyawa padamkan kobaran api  dengan simbol “Pantang Pulang sebelum Padam”, Walaupun Nyawa Taruhan ternyata tak sebanding dengan apa yang diterima. Selain minim peralatan dan safety diri ternyata petugas pemadam kebakaran (damkar) Mandau tak dibekali  jaminan kesehatan.

Kisah pilu itu diungkapkan  salah seorang personil Pemadam kebakaran (Damkar) yang enggan ingin disebutkan identitasnya.”Dulu jaminan kesehatan pernah ada. Namun beberapa tahun terakhir ini tidak ada lagi. Bagaimana kami bisa bekerja dengan tenang dan nyaman, kalau jaminan kesehatan kami tak ada. Kalau kami sakit atau dapat musibah dalam bekerja tanggung resoko sendiri,” ungkapnya.

Dikatakan sumber tersebut, tidak hanya masalah jaminan kesehatan yang merisaukan mereka, honor yang diterima pun sudah tertunggak 2 bulan. Kondisi ini membuat dia dan rekan-rekannya  binggung memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Kami jadi khawatir dalam menjalankan pekerjaan. Jika mobil Damkar kecelakaan, pastinya akan kami tanggung sendiri. Mohonlah kepada Pemerintah Bengkalis agar dapat memperhatikan kami,”keluhnya.<

Dikatakan sumber ini lagi, terkait honor juga tidak berjalan mulus. Tunggakan honor selama 4 bulan baru dibayarkan 2 bulan, sementara saat terjadi musibah kebakaran, tim damkar menjadi ujung tombak pemadaman yang penuh dengan resiko.

Terkait keluhan tersebut, Kepala Dinas Damkar Bengkalis, Zulfan Heri saat dikonfirmasi, Jum’at (27/4/18) belum memberikan keterangan. Sambungan telpon tak kunjung diangkat, pesan Short Massage Sent (SMS) juga belum dibalas. (susi)