BATHINSOLAPAN (Riaulantang)- Ditinggal mati suami 15 tahun lalu membuat Fuji Astuti harus berjuang bertahan hidup. Tak punya anak dan saudara membuat dia hidup sebatang kara digubuk reot yang menumpang di lahan warga. Kehidupannya jauh dari layak dan memerlukan uluran tangan dari kita.

Ditemui di gubuk reotnya di RW 08 Desa Boncah Mahang Kecamatan Bathin Solapan, Janda sebatang kara ini sedang berada diterik matahari merawat sayuran yang ditanamannya. Sayuran itu pula yang menjadi penyambung hidupnya.

“Saya ini tidak punya siapa-siapa. Suami meninggal 15 tahun lalu sakit diabetes. Saya di Riau dari tahun 1993, keluarga tidak ada lagi. Tinggal digubuk ini sudah lama juga. Mau makan aja susah, beruntung bisa bertahan hidup, ” ujar Fuji memulai kisah dengan linangan air mata.

Kepahitan hidup yang dijalani tanpa sanak saudara harus ditambah lagi dengan kesusaham ekonomi yang mendera. Dia harus berjuang sendiri menanam sayur mayur yang hasilnya dimakan sendiri dan terkadang dijual.

“Hidup sebatang kara, untuk makan saja susah. Inilah tanaman saya yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup, sesekali juga saya jual,” ungkapnya.

Kisah pilu wanita asal pulau Jawa yang menangis terisak menceritakan kepahitan hidupnya mengugah rasa kemanusiaan Jaya Sitorus yang memberi tumpangan gubuk reot untuk Janda ini. Staff kantor Camat yang juga turun mengunjungi janda ini juga terlihat prihatin

“Saya prihatin dengan nasibnya, makanya saya sediakan lahan untuknya bercocok tanah agar dapat bertahan hidup, “jelas  Jaya Sitorus.

Jaya yang dulunya mengaku  Tim Sukses AM Mantap Mandau B Pilkada lalu ini pun rela menghibahkan tanahnya apabila ada kucuran bantuan rumah bagi janda sebatang kara tersebut.

“Kita harapkan janda ini mendapat bantuan. Jangan biarkan dia hidup susah dan terlantar seperti ini. Semoga ada pihak yang peduli. Terutama pemerintah daerah,”harapnya. (bambang)