BENGKALIS (Riaulantang) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari menegaskan di era kemajuan teknologi yang saat ini sangat susah menentukan mana yang berita hoaks dan mana yang bukan hoaks. Menurutnya hanya wartawan yang profesional yang bisa menjadi wasit berita hoaks tersebut.

“Begitu hebatnya kemajuan teknologi sehingga susah membedakan mana berita hoaks dan yang tidak. Hanya wartawan profesional yang bisa menjadi wasit untuk hoaks,” jelasnya saat memberi sambutan di pelantikan PWI Bengkalis di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Senin (17/12/18).

Atal Depari juga menyebut bahwa diera digital ini, tugas dan fungsi wartawan sangat besar. Oleh karenanya, dituntut wartawan profesional dalam penyajian berita sesuai dengan Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kalau sekedar jadi wartawan, semua orang bisa. Tapi untuk menjadi wartawan profesional tak semua orang bisa.” ujarnya.

Atal S Depari juga menyebut profesi wartawan akan tetap ada dan tetap selalu hidup meskipun dijaman mendatang akan muncul teknologi yang canggih.

“Seberapapun hebatnya teknologi, profesi wartawan tidak akan pernah mati. Profesi kita abadai,” kata Atal S Depari diiringi tepuk tangan dari seluruh anggota PWI bengkalis.

Idealnya lagi, jelas Atal S Depari wartawan profesional tetap berpegang pada undang undang jurnalistik dan tidak melakukan tugas karya atau tulisan jurnalistiknya secara tendensius.

“Karya jurnalistik profesional itu memiliki hati dan perasaan sekaligus loyalitas kepada rakyat publik. Inilah yang membedakan wartawan dengan medsos.” kata Atal S Depari.

Dipenghujung sambutannya, Atal S Depari mengaku sangat bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung pelantikan ketua serta pengurus PWI Bengkalis priode 2018-2021. Bahkan, orang nomor satu di jajaran PWI itu mengaku salut banyaknya keanggotaan PWI Kabupaten Bengkalis.(susi)