DURI (Riaulantang)- Syamsuri MT, Ketua Persatuan Pemuda Melayu Rokan (PPMR) Kecamatan Mandau, Bengkalis menyesalkan pelaksanaan proses lelang yang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai. Pasalnya, dalam pelaksanaan lelang tersebut, hal tidak sportif dan terkesan tidak transparan sangat kental dirasa.

“Kita meminta kepada pihak eksekutif dan juga pihak legislatif Bengkalis dapat melakukan tindakan agar proses lelang sesuai dengan aturan yang ada,”ujarnya dengan nada kesal.

Dikatakannya, berawal pihaknya akan mengikuti lelang limbah padat PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di KPKNL Dumai dan kemudian mendapat informasi bahwa akan dibuka melalui website www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id yang dimulai pada (29/3/18).


” Sejak (29/3/18) lalu, saya membuka website tersebut dan ternyata belum bisa menampilkannya dan kemudian hingga tanggal 31 Maret juga belum terbuka. Yang anehnya lagi, pada Senin (2/4/18) website bisa dibuka dan ternyata sudah tahap survey. Hal ini tentunya menimbulkan kecurigaan bagi kita. Diduga hal ini sengaja dibuat untuk mengelabui peserta lelang lainnya.Sehingga secara tidak langsung sama dengan menggugurkan peserta terutama warga tempatan” kesal Syamsuri sembari meminta kepada pihak Chveron untuk menunda proses lelang yang diduga penuh rekayasa tersebut.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Rianto mengatakan sangat menyayangkan jika hal itu benar terjadi.” Kita sarankan kepada peserta lelang yang menilai adanya kecurangan dapat melaporkan kepada pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Karena lembaga tersebut suatu lembaga yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU No 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat,”pesan Rianto.



Hingga berita berita ini diturunkan, belum ada Tanggapan resmi dari pihak terkait dengan dugaan rekayasa lelang limbah padat itu.(bambang)