DURI (Riaulantang) – Satu unit Ambulance, dijalan Tegal Sari, Kelurahan Air Jamban sudah 4 tahun tidak difungsikan dan dibiarkan menjadi barang rongsokan. Bahkan asal muasal dari mana Ambulance ini jadi tanda tanya warga.  Bukan hanya itu, kesan angker membuat warga sekitar tidak lagi nyaman, terlebih ketika hendak pergi melaksanakan sholat subuh di Masjid.

Hal ini disampaikan Muklis, Ketua RT 06/ RW 20, Kelurahan Air Jamban, pada Riaulantang.com, Selasa, (12/12/2017). Dikatakannya, selaku RT, dirinya sudah menerima keluhan dari masyarakat terkait keberadaan Ambulance ini yang sudah menahun. Bahkan sudah menemui, seorang dokter,  yang bertanggung jawab akan keberadaan Ambulance ini.

“Saya sudah menyampaikan pada dokter tersebut, agar Ambulance ini segera dipindahkan dari jalan umum ini yang terparkir dibalik tembok rumah sang dokter. Namun hingga hari ini, tidak juga digubris untuk dipindahkan. Bahkan saya dibilang jangan ikut campur urusan Ambulance ini,”terang Muklis.

Bukan hanya itu saja, masih menurut Muklis, kaca Ambulance yang sudah pecah juga mau diperkarakan sang dokter, dan akan melaporkan warga pada pihak kepolisian. “Warga disini juga mau dilaporkan pada Polisi, terkait pecahnya kaca Ambulance, saya mempersilahkan pada dokter tersebut untuk melaporkan. Kita dari awal sudah memberitahu, agar Ambulance ini dipindahkan,” bebernya lagi.

Dikatakannya, keberadaan Ambulance ini sudah sangat mengganggu aktivitas warga. Bahkan warga ada yang hendak bertindak nekat, agar bisa memindahkan Ambulance ini.”Sempat ada yg mau menjual dan dijadikan besi tua, namun saya ingatkan ini aset pemkab Bengkalis, wajib kita jaga. Kalau pun diserahkan kemasyarakat kami disini siap menerima, biar diperbaiki, dijadikan Ambulance milik masyarakat,”tukasnya.

Terkait  ditelantarkan ambulance di wilayah kerja Puskesmas Duri ini, Kepala Puskesmaa Duri, dr Ema Rayanis ketika di konfirmasi belum memberikan keterangan. (bambang)