DURI (Riaulantang)– Kegiatan pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M di Duri, Kecamatan Mandau, Kamis (31/8/2017) malam, berlangsung sangat meriah. Meriah dan sangat meriah dibandingkan helat serupa tahun lalu.

Jika tahun lalu yang pelepasannya di pusatkan di Kawasan Pokok Jengkol, kendaraan hias yang ikut dapat dihitung dan tak habis jari di tangan kanan dan kiri, pada tahun ini sebaliknya. Tak cukup menggunakan kedua jari di kedua tangan dan kaki.

Bahkan boleh dikatakan hamper semua peserta menggunakan kendaraan hias yang umumnya berbentuk rumah ibadah, seperti masjid dan mushalla.

Begitu juga antusiasme masyarakat yang menyaksikan dan mengikuti pawai yang pelepasannya untuk tahun ini dipusatkan di depan kantor Camat Mandau, Jalan Jenderal Sudirman No 56 Duri.

Seandainya ada yang menghitung satu per satu, mungkin diperoleh angka belasan ribu. Begitulah semangatnya warga Duri dan sekitarnya mengikuti dan menyaksikan pawai hari raya yang dikenal juga dengan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji ini.

Pelepasan pawai kemarin malam itu, terlambat dimulainya. Walau begitu, belasan ribu masyarakat tetap bertahan di ruas untuk mengikuti. Mereka tetap setia menanti kedatangan Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman yang dijadwalkan memang melepas pawai itu.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyampaikan permohonan maaf Bang Andi Rachman, Begitu Gubri akrab disapa, yang tidak bisa melepas pawai takbir Idul Adha tersebut karena sejak siang tadi beliau masih terjebak macet di kawasan Kecamatan Pinggir, Bengkalis, yang selama ini  memang “terkenal” dengan kemacetannya.

“Pak Gubernur menghubungi kami. Beliau meminta agar kami melepas pawai takbir ini. Meskipun telah berupaya keluar, beliau masih terjebak macet,” ujar Bupati Amril menyampaikan permohonan maaf Gubri.

Pelepasan pawai yang diikuti sekitar 30 kendaraan hias dari 23 rumah ibadah di Duri dan sekitarnya tersebut ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Amril yang menggunakan busana Melayu lengkap.

Adapun rute yang mulai Jalan Sudirman menuju ke arah Simpang Garoga. Kemudian belok kiri masuk Jalan Hang Tuah. Sampai di traffic light (lampu merah) di Kawasan Pokok Jengkol kembali  kiri ke Jalan Jenderal Sudirman  menuju ke titik kumpul awal di tempat pelepasan.

Untuk memberikan motivasi agar tahun mendatang lebih meriah lagi. Pada pawai tersebut dipilih peserta terbaik.

Untuk terbaik I panitia menyediakan uang pembinaan Rp5 juta. Terbaik II dan III masing-masing Rp4 juta dan ketiga Rp3 juta. Selain itu juga dipilih terbaik harapan I, II dan III.

Usai melepas pawai, Bupati Amril mengajak warganya yang merayakan Idul Adha 1436 H, untuk bersyukur, karena pada tahun ini kembali dipertemukan dengan Hari Raya haji. Kemudian tidak melupakan makna sesungguhnya dari Idul Adha.

Setiap memperingati Idul Adha, katanya, kita janganlah pernah lupa makna sesungguhnya. Idul Adha yang bercerita tentang keikhlasan seorang Ayah bernama Nabi Ibrahim AS yang merelakan putranya yang telah dinantikan bertahun-tahun kedatangannya, untuk dikurbankan sesuai dengan perintah-Nya.

”Melalui Idul Adha 1436 H ini semoga kita dapat semakin belajar makna keikhlasan dalam hidup dan mengeksistensikannya selalu pada hati sanubari,” ujarnya suami Kasmarni ini.

Baik atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Bupati Amril tidak lupa mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H kepada umat Islam di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.(hms)