DURI (Riaulantang)- Kebakaran yang melanda 2 unit rumah petak di Jalan Utama RT 02 RW 03 Kelurahan Talang Mandi ketika umat muslim tengah melaksanakan ibadah sholat idul adha, Kamis pagi (01/09/17) diduga akibat konsleting arus listrik. Dugaan itu dipastikan Harefy (36) pemilik salah satu rumah petak yang menjadi korban kebakaran. Harefi yang tinggal berdampingan dengan orang tuanya M Juil (62) yang rumah petaknya ikut terbakar mengaku mendengar suara seperti kabel beradu dari stok kontak  rumah bapaknya, malam sebelum kebakaran terjadi.

“Malam takbiran, sebetulnya sudah ada tanda-tanda. Sekitar jam 20.00 WIB colokan listrik di rumah bapak berbunyi seperti kabel beradu. Saya coba cek, namun tak ada bau terbakar. Karena ragu, colokan listrik itu tak dipakai. Paginya saat tengah sholat langsung terdengar rumah kami terbakar. Bisa saya pastikan penyebab kebakaran itu dari konsleting arus listrik,” ujar Harefy kepada Riaulantang.com, Sabtu (02/09/17).

Dijelaskan Harefy, dua unit petak yang terbakar tersebut masing-masing dihuni Bapak, Ibunya, M Juil dan Elmainita serta dia dan istrinya Rendra Juita beserta tiga anaknya yang masih kecil.

“Alhamdulillah kami semua selamat, walau barang-barang berharga dan semua surat berharga habis terbakar. Saat kebakaran kami semua dan anak-anak tengah sholat Idul Adha di masjid,” ujar Harefy yang juga tergabung dalam  Yamaha Vixion Club Duri Chapter.

Kendati rumah, dokumen dan barang berharga habis terbakar tapi Harefy bersyukur karena seluruh kelurganya selamat.

“Kalau kejadiannya saat malam kami tertidur, entah apa yang akan terjadi. Semua ini ada hikmahnya,” jelas Harefy yang terlihat sabar menghadapi musibah ini.

Diungkapkan Harefy, saat mendengar rumahnya terbakar, dia yang tengah berada di masjid langsung lari pulang. Saat itu rumah petak bapaknya sudah duluan terbakar dan api merembet ke rumah petaknya. Secara spontan dia menyirami badan dengan air yang ada diteras dan menerobos masuk ditengah kobaran api

“Waktu itu saya tak ada pikiran. Hanya ingin menyelamatkan dokumen dan barang berharga. Saya siram badan dengan air dan masuk. Tapi di dalam api sudah besar. Hanya 1 unit motor matic yang berhasil saya selamatkan. Sementara 1 unit motor Yamaha Vixion habis terbakar,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, satu unit mobil BM 1308 FK yang parkir di teras rumah juga bisa diselamatkan Harefy. Ini lantaran kunci mobil dan kunci rumah berada di saku baju yang dipakainya.

“Alhamdulillah kunci mobil disaku, jadi saya bisa langsung keluarkan. Karena panik, beberapa bagian mobil pecah saat mengeluarkan,” ujarnya seraya unit usaha warnet dengan 7 komputer yang menyatu dengan rumah juga habis terbakar.

Harefy juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah peduli dengan musibah yang menimpa keluarganya ini. Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis sudah mendatangi dia dan keluarga juga komunitas klub motornya. Warga setempat juga silih berganti datang menunjukkan simpati.

“Terimakasih kepada pihak yang sudah membantu. Harapan kami hanya agar kami nanti tak dipersulit mengurus dokumen-dokumen karena semua dokumen kependudukan, surat tanah dan lainnya habis terbakar,” harapnya. (susi)