DURI (RiauLantang) – Camat Mandau H Djoko Edy Imhar SSos, MSi mengimbau semua tokoh dan pemuka agama di Mandau untuk mengajak semua umatnya menjaga kerukunan antar umat beragama. Imbauan tersebut disampaikan Djoko saat memberi sambutan di acara silaturrahmi menyambut Ramadhan tajaan Koramil 04 Mandau di Duri, Kamis (18/5/2017).

 “Kepada semua tokoh agama, kami mohon dengan amat sangat agar mengajak umat menahan diri dan tak berucap atau melakukan tindakan tertentu yang bisa mengganggu kerukunan antar umat beragama di Mandau,” pesannya. 

Camat Djoko juga memberi apresiasi tinggi kepada Danramil 04 Mandau yang sengaja menggelar acara ini. Ajakan tersebut disampaikan Djoko di hadapan para tokoh lima agama yang hadir. Juga didengar para pemuka etnis yang ada di wilayah ini. Djoko merasa perlu menyampaikan ajakan itu mengingat munculnya gejala kurang baik di tengah masyarakat yang diduga dipicu oleh dukungan dan keberpihakan politik yang dia simbolkan sebagai jari-jari. 

“Tak sedikit yang ikut arus (politik) yang terjadi. Lama-lama berkembang menjadi vulgar. Muncullah pernyataan; sebelah sana, sebelah sini, kami, kamu, saya, anda. Bahasa-bahasa seperti ini mulai muncul di tengah kita. Semua itu karena jari-jari,” kata Camat Djoko sembari yakin semua yang hadir pintar secara intelektual dan bijak secara kepribadian, serta punya komitmen kuat untuk menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI. 

Diakui Djoko, konstitusi memang menjamin hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul serta menyampaikan pendapatnya secara lisan maupun tulisan. 

Namun menurutnya, juga harus dipahami bahwa setiap warga negara tanpa kecuali juga punya kewajiban untuk sama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama dan keutuhan NKRI.

 Camat Djoko pun mengajak semua pihak di kecamatan ini untuk mensyukuri nikmat keamanan dan kenyamanan yang telah terpelihara di Kecamatan Mandau selama ini.

 “Mandau heterogen. Berbeda agama dan beragam suku. Tapi tak pernah terdengar ada masalah etnis dan agama. Anak-anak aman ke sekolah. Tak ada sama sekali pelarangan ibadah. Mari kita jaga semua ini sebagai anugerah Tuhan,” katanya. 

Djoko juga menyebut, kemerdekaan Indonesia diraih berkat adanya persatuan dan kesatuan antar berbagai etnis dan agama. Maka sudah sepantasnya persatuan dan kesatuan dilandasi kerukunan antar umat beragama itu dipertahankan bersama.

 “Patut diingat pula bahwa tidak ada negara yang tak aman yang bisa hidup makmur. Juga tidak ada niat kami sama sekali untuk memojokkan pihak tertentu. Niatnya hanya satu, bagaimana agar Mandau nyaman untuk ditempati dan aman untuk mencari rezeki,” pungkas Camat Djoko.(dan)