Peni Wulandari. S.Psi Paud Terpadu Nur Ramadhani

Oleh : Peni Wulandari. S.Psi Paud Terpadu Nur Ramadhani

DURI (Riaulantang)- Alhamdulillah di kegiatan Gernas Baku ( Gerakan Nasional Membacakan Buku ) pada anak 2018, Paud Terpadu Nur Ramadhani berhasil menjadi salah satu dari lembaga yang mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.

Bukan karena kami hebat, tapi Allah SWT memudahkan kerja yang kami lakukan, mengatur semua proses yang harus kami jalani menjadi terasa menyenangkan dan menautkan hati kami dalam kebersamaan.

Perjalanan singkat yang berkesan.

Bismillah, awal dimulainya keterlibatan Paud Terpadu Nur Ramadhani di Gernas Baku adalah dengan mengikutsertakan pengelola Kelompok Bermain Nur Ramadhani sebagai peserta Rakornas dan seminar Literasi di Bandung dan puncaknya terpilih sebagai peserta Bimtek Literasi Keluarga di Yogyakarta Penerima Apresiasi tingkat Nasional

I. Februari 2018 : sebagai utusan anggota Himpaudi kecamatan Mandau dengan biaya mandiri ikut serta sebagai peserta Rakornas dan seminar Literasi Himpaudi di Bandung.

II. Maret 2018 : melakukan sosialisasi kepada semua orangtua murid di sekolah, diikuti dengan pemasangan banner GERNAS BAKU di halaman sekolah, pemasangan profiL picture dan cover foto di FB. Sosialisasi ini juga melibatkan orangtua murid untuk menyanyikan lagu GERNAS BAKU 2018 ( dokumentasi berupa foto dan video serta di upload di youtube )

III. April 2018 : dilakukan dua kali Parenting dengan agenda kegiatan :
1. Selasa, 10 April 2018 : Parenting I, dilaksanakan di aula sekolahKegiatan pada saat Parenting I ini berupa penyampaian materi tentang menimbulkan minat baca pada anak, pentingnya buku dalam merangsang 6 aspek perkembangan anak usia dini serta bahaya gadget pada anak usia dini.( Dokumentasi berupa foto )
2. Sabtu, 21 April 2018 : Parenting II, Pengkondisian sekolah dilaksanakan di panggung halaman sekolah. Kegiatan yang dilakukan oleh orangtua murid adalah menyiapkan atribut-atribut pendukung seperti tulisan kata-kata di karton, menentukan posisi ( Pojok Baca ) dari masing-masing kelas serta memilih buku-buku yang akan dibacakan. Dilanjutkan oleh ibu guru menyalin dan membuat Daftar Buku Pustaka. Sekolah mendapatkan donasi buku-buku pengetahuan dari tokoh masyarakat setempat.

IV. Mai 2018 : Persiapan menuju Gernas baku
1. Jumat, 4 Mai 2018, Parenting III Penataan Pojok Baca.

Pojok baca tidak hanya berada di ruangan kelas saja, tapi memanfaatkan lingkungan sekolah, seperti :
a. Kelompok Bermain dan TK B1 berada di teras kelasb. TK B2 di panggung dan parkiran motorc. TK B3 di ruangan kelasd. TK A di pondok kebun sekolahe. Murid TPA di ruangan perpustakaan sekolah

Penataan pojok baca ini menampilkan hasil karya orangtua murid dan ibu guru kelas. Beberapa orangtua murid dari masing-masing kelas menjadi relawan yang menyediakan properti pendukung seperti karpet, tenda anak, bantal. ( dokumentasi berupa foto dan video )

2. Sabtu, 5 Mai 2018 : Puncak Gernas Baku.

Dalam hal ini, sekolah kami atas inisiatif Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis mendapat kesempatan yang luar biasa atas hadirnya Bunda Paud kabupaten Bengkalis saat acara puncak. Seluruh rangkaian pelaksanaan dari bulan Februari hingga Mai terbayar dengan rasa bangga atas hadirnya para tamu.

Terimakasih kami untuk kehadiran dan support para undangan :

1. Bunda Paud Kabupaten Bengkalis, Ibu Kasmarni.S.Sos

2. Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Bapak Edi Sakura.S.Pd. M.Pd dan seluruh jajarannya.

3. Anggota DPRD TK II Komisi Pendidikan, Bapak Thamrin Mali SH

4. Ketua Himpaudi kabupaten Bengkalis, Ibu Heni

5. Korwilcam Mandau Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Bapak Drs.Nasrizal

6. Pengawas TK dan Pembina Rayon, Ibu Hj. Syafrida.M.Pd dan Ibu Hj.Yeni Husna.S.Pd

7. Tokoh masyarakat Mandau, Bapak H. Arwan Mahidin

8. Bunda Paud Kecamatan Mandau (saat itu ) Ibu Anna Syahara.

9. Ketua Satgas P2TP2A Kecamatan Mandau, Bapak Refri Dalu

10. Bunda Paud Kelurahan Duri Barat

11. Penceloteh Melayu, Bapak Syamsul.

12. Ibu-ibu Bhayangkari Polsek Mandau.

13. Kepala sekolah TK dan Pengelola Kelompok Bermain dari IGTKI dan Himpaudi Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.

14. Koordinator orangtua murid Ibu Andini Pratiwi Nurkamal

Teristimewa seluruh orangtua murid yang dengan kesungguhan hati dan komitmen yang tinggi melaksanakan semua rangkaian ini.

Begitu bangganya kami berada diantara orangtua murid yang peduli dan selektif memilih kegiatan yang positif dalam perkembangan anak-anak kita.

Paud Terpadu Nur Ramadhani dengan didukung penuh oleh Yayasan Nur Ramadhani, baik secara materi,saran dan semangat, sejak awal sangat antusias dengan kegiatan gernas baku ini.

Dari sebuah pertanyaan sederhana, saat ini, adakah anak-anak usia dini dilembaga kita yang belum bersentuhan dengan gadget ? Tidak ada.

Sementara kita tahu, bahwa pengaruh negative yang ditimbukan sangat banyak.

Karena alasan itulah, kami ingin mengembalikan kebiasaan baik dalam keluarga, yaitu MEMBACA BUKU, GANTI GADGET DENGAN BUKU.

Kegiatan ini menjadi penting untuk kembali lebih diperhatikan agar keasikan anak maupun orang tua terhadap gadget dapat dilaihkan . Perlu menumbuhkan minat baca pada anak usia dini karena selain buku adalah jendela dunia, dari kegiatan membaca tersebut yang membantu pengenalan dan penanaman konsep dalam tumbuh kembang anak.

Keasikan bermain gadget membuat anak- anak cendrung malas bergerak, sehingga saat anak masuk sekolah ( Kelompok Bermain maupun Taman Kanak-Kanak ) banyak tugas-tugas pencapaian perkembangan dalam aspek fisik motorik yang tidak tuntas, seperti kemampuan motorik halus anak dalam meremas, merobek kertas,melempar dan menangkap bola serta lainnya. Hal ini karena tidak terlatihnya anak dalam menggunakan otot-otot jarinya.

Dalam aspek perkembangan bahasa, karena gadget tidak butuh respon anak, sehingga anak sulit untuk berinteraksi dan hal ini berdampak pada proses bicara dan perkembangan sosial emosional. Anak tidak bisa belajar berbagai reaksi emosional yang wajar dan tepat dari dirinya sendiri maupun lawan bicaranya.

Gadget membuat ikatan emosional antara orangtua dan anak menjadi renggang. Berkurangnya sentuhan orangtua terhadap anak,karena anak terlihat asik dengan “dunia nya sendiri” sehingga kebutuhan perhatian, kasih sayang dan ungkapan cinta yang seharusnya di dapat anak menjadi tidak terpenuhi.

Tapi dengan kegiatan membaca buku bersama yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak usia dini, akan terbentuk rasa nyaman dan bahagia saat berinteraksi, pemberian contoh yang baik melalui tokoh cerita , merangsang daya imajinasi dan menambah kosa kata anak.

Tokoh baik dalam buku cerita yang diganti orangtua menjadi nama anak, akan menimbulkan rasa bangga dan pembentukan karakter dalam diri anak sejak usia dini.Membaca buku adalah salah satu tahap stimulasi kemampuan bahasa dan daya imajinasi anak dari melihat gambar-gambar yang ada dibuku cerita sehingga menimbulkan rasa penasaran / ingin tahu anak untuk befiikir kritis terhadap jalan cerita yang ada dibuku.

Anak-anak akan bertanya banyak hal mengenai apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya. Oleh sebab itu, buku adalah salah satu media yang menarik bagi anak untuk menambah pengetahuan dan berlatih mengucapkan kosa kata.

Setiap lembaga pendidikan mempunyai visi dan misi masing-masing. Bukan hanya pembelajaran dikelas sesuai kurikulum, tapi memberikan kegiatan yang meningkatkan kemampuan dan keterampilan orangtua dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak di era digital adalah bagian dari tanggung jawab lembaga pendidikan.

Dan setiap kita akan mendapatkan hasil atas apa yang kita lakukan. Jangan menunggu orang lain. Jangan menunggu kemudahan fasilitas. BERBUATLAH. Karena pembentukan karakter, perkembangan kognitif, bahasa dan sosial emosional anak usia dini tidak bisa menunggu. Sementara laju perkembangan teknologi tidak bisa kita hentikan.

Bekali orangtua murid dan anak-anak dengan informasi yang cukup terhadap kemampuan multiliterasi ( literasi baca tulis, numerasi, sains,digital, finansial, budaya dan kewarganegaran )Kerjasama Yayasan dengan guru dan orangtua murid adalah modal terbaik sebuah lembaga pendidikan.

Kekuatan besar itu berada di dalam sekolah kita. Hargai dan Berdayakan.Semangat untuk semua pendidik dan lembaga Paud. Semoga usaha kita menjadi catatan amal kebaikan dari ALLAH SWT. Sekalipun di kecamatan, KITA BISA.

Tulisan ini sebagai rasa syukur atas kemulian hati TEAM NR dalam berkarya.“dari Kecamatan menuju Nasional “

1. Ibu Sri Widoningrum. SH

2. Ibu Yenni Nofya Zainal. S.Pd

3. Ibu Kiki Indriani.S. Pd AUD

4. Ibu Hilyati Yurez.S. Pd AUD

5. Ibu Giara Oetari Zaxay. S.Pd

6. Ibu Rasia Murniati. S.Pd

7. Ibu Petni Febrianti

8. Ibu Fitri Ramayani

9. Ibu Vera Melisa. S.Pd

10. Ibu Syarluin Engla. S.PdI

11. Ibu Yesilia. SE

12. Ibu Aulia Pratiwi13. Ibu Prade Hasra. S.Psi

Publikasi kegiatan GERNAS BAKU PAUD Terpadu Nur Ramadhani di Youtube


Terimakasih