DURI (Riaulantang) – Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman di Duri Kamis (11/5/2017) menegaskan bahwa pemerintah daerah punya program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, kelompok masyarakat tidak perlu ikut panik memikirkan itu.

“Ekonomi (di Duri) memang naik turun. Kita harus kerja keras untuk mengembalikan kondisi ekonomi Duri seperti sebelumnya. Itu tidak perlu terlalu dipikirkan. Sebab pemerintah punya perhatian serius untuk itu. Ada programnya. Tinggal lagi bagaimana kemauan kita sekarang,” katanya.

Penegasan itu disampaikan Gubri menanggapi keluhan warga setempat seperti disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Duri dan Sekitarnya (IKBDS) Parlindungan Siliwangi Manurung. “Kepada bupati dan gubernur, kami disini mayoritas pekerja. Sebagian lagi petani. Kondisi ekonomi kini susah. Dengan lesunya industri Migas, banyak yang putus asa. IKBDS siap mengarahkan mereka untuk membuka lapangan pertanian dan perikanan,” katanya.

Untuk meyakinkan kerisauan warga, Gubri juga mendedah sejumlah potensi besar Riau yang belum tergarap maksimal. Potensi sektor pertanian salah satu diantaranya. Menurut Andi, Rohul merupakan sentra produksi jagung. “Jadi selain Migas, ternyata kita juga bisa mengandalkan jagung sebagai komoditas ekspor,” katanya.

Andi Rachman juga yakin, suatu saat nanti Duri akan jadi salah satu pusat perkembangan di wilayah ini. Keyakinan itu ditopang oleh sejumlah hal. Diantaranya karena ada beberapa proyek strategis nasional. Diantaranya pembangunan jalan tol. “Menurut Kepala BPN, Juni ini pembebasan lahan (tol) sampai ke Dumai akan selesai. Di Rumbai sudah kita buka pintu tolnya,” imbuh Gubri.

Proyek strategis lain adalah pembangunan jalur kereta api Dumai-Bagan Batu. “Kita sedang menetapkan lokasi. Suatu saat nanti, kita yakin Riau akan jadi pusat perkembangan nomor satu di Sumatera,” terangnya. Andi pun menyebut, target PLN tahun 2019 nanti yakni tidak ada lagi daerah di Riau yang tak dialiri listrik.(dan)