Camat Mandau Riki Rihardi saat sosialisasi di kelurahan Gajah Sakti

DURI (Riaulantang)- Momen pembayaran honor RT/ RW se kecamatan Mandau yang dilakukan secara marathon per kelurahan, dimanfaatkan Camat untuk silaturrahmi sekaligus sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat.

Saat menghadiri silaturahmi dengan RT/ RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan tokoh masyarakat di Kelurahan Gajah Sakti, Rabu (14/11/2018), Camat panjang lebar menyampaikan program Kamis Bersih yang sedang berjalan dan program SIMANTAP “Sistem Informasi Manajemen Terpadu Pelayanan Publik” Kecamatan Mandau. Dengan aplikasi SIMANTAP ini masyarakat akan dimudahkan dalam pelayanan , disamping lebih efesien waktu dan biaya.

“Biasanya masyarakat yang tinggal jauh dari kota menempuh jarak yang lumayan jauh untuk mendapatkan pelayanan Administrasi di Kecamatan. Namum dengan aplikasi ini pelayanan yang dibutuhkan bisa diurus langsung di Kelurahan. Ini tentu akan mengefisienkan waktu dan tenaga, ” ujarnya.

Dijelaskan Riki program Simantap ini akan terintegrasi dari kelurahan ke Kecamatan. Masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan seperti KK, surat pindah dan lainnya cukup datang ke kelurahan tanpa harus bolak balik lagi ke Kantor Camat. Setelah berkas diferifikasi, pihak kelurahan akan mengirim data online ke Kecamatan. Dimana pun Camat berada jika syarat administrasinya lengkap dan disetujui Kasi, Camat akan menyetujui pengajuan itu hingga akhirnya bisa di cetak oleh kelurahan.

“Inshaallah aplikasi ini akan kita lounching di tahun 2018. Tapi tak semua kelurahan bisa menerapkannya karena tidak semua kelurahan tersambung akses internet,” ujar Riki.

Selain program Simantap, program Kamis bersih juga di paparkan Riki. Menurutnya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya tanggung jawab sekelompok masyarakat tapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi. Apa mau Duri menjadi tempat penumpukkan sampah. Makanya mari sama-sama menjaga kebersihan lingkungan di daerah masing-masing,” ajaknya.

Riki juga menyampaikan mengugah kesadaran warga untuk gotong royong memang cukup sulit karena akan banyak alasan yang dikemukakan. Namun itu tak membuatnya putus asa. Makanya di tahun 2019 mendatang akan di anggarkan dana goro di setiap kelurahan.

“Tahun 2019 akan dianggarkan dana goro. Jadi setiap goro ada dananya dan kelurahan memiliki alat dan sarana untuk goro,” pungkasnya.

Sebelumnya sosialisasin serupa juga di lakukan Camat saat silaturrahmi dengan RT/RW di kelurahan Balik Alam, Selasa (13/11/8). Sosialisasi akan berlanjut ke kelurahan lain yang ada di Kecamatan Mandau. (bambang)