DURI (Riaulantang)- Sidak bupati Amril ke sejumlah fasilitas dan bangunan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis mendapat apresiasi sejumlah pihak, termasuk dari pemuka masyarakat Mandau, Refri Amran. Sidak yang mendapati sejumlah bangunan yang tidak dimanfaatkan di Bengkalis itu diharapkan tidak berhenti sampai disitu. Karena masih banyak proyek bengkalai yang butuh perhatian, terutama di Kecamatan Mandau.

“Kita apresiasi sidak yang dilakukan bupati terhadap bengkalai proyek yang ada di depan matanya. Tapi jangan berhenti sampai disitu. Jangan tutup mata terhadap bengkalai proyek yang ada di Duri dan sekitarnya. Banyak proyek di sini (Duri-red) yang terlantar dan ditelantarkan. Kita siap tunjukkan,” tegas Refri, Rabu (25/10/17).

Dikatakannya,  khususnya di Kecamatan Mandau, proyek yang tak dimanfaatkan itu sudah menghabiskan puluhan milyar dana APBD Bengkalis. Sebut saja bangunan Pujasera di Jalan Sudirman Duri yang tak kunjung dimanfaatkan, lalu gedung parkir di Jalan Alhamra Duri yang sudah kusam tak terawat, lalu arena road race di Jalan Sudirman dan proyek lainnya.

“Ironis memang proyek proyek besar ini tak dimanfaatkan, padahal sudah menelan dana APBD yang sangat besar.  Tolong ini diinfentarisir lagi hingga bangunan-bangunan ini tak terkesan proyek menghabiskan dana APBD saja,” tegasnya.

Tidak hanya proyek besar, proyek kecil yang bengkalai dan tak dimanfaatkan juga disoroti Refri. Diantaranya rumah potong hewan di Kelurahan Talang Mandi, mess Pemda di Jalan Kualo Mudo dan lainnya.

“Jangankan dimanfaatkan ditengok saja tidak. Ini sangat kita sayangkan. Bangunan megah tak dimanfaatkan sementara masih banyak  bangunan SD berdinding kayu di negeri kaya ini,” pungkas Refri.(susi)