DURI (Riaulantang)- Selama ini suku sakai di Kecamatan Bathin Solapan tidak hanya dikenal di riau, namun telah menyebar di kepulauan riau bahkan keberadaan suku sakai juga sudah diketahui secara nasional, hal ini berkat upaya para pengajar muda indonesia yang pernah mengabdi di negeri ini.

Ungkapan itu disampaikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin saat membuka acara Festival  Seni Budaya Suku Sakai ke-4 sekaligus pengukuhkan susunan pengurus Forum Komunikasi Pemuda-Pemudi Dusun Belading Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan, Sabtu (21/4/2018) di Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan.

Terlihat hadir Plt Gubernur Riau, yang diwakili Asisten Pemerintahan Provinsi Riau, H Ahmadsyahrofie, Anggota DPRD Bengkalis, Camat Bathin Solapan, H Amiruddin, Camat Mandau, Basuki Rachmad, Camat Pinggir, Kepala Desa Petani, Rasikun dan sejumlah Pejabat di Linkungan Pemkab Bengkalis.

Kedepan, sambung Bupati Bengkalis, agar keberadaan suku sakai tetap eksis dan menjadi bagian dari masyarakat negeri junjungan ini, maka pemerintah kabupaten mendorong pembangunan di segala bidang, tidak saja infrastruktur melainkan pembangunan pendidikan dan  kebudayaan juga tetap dilaksanakan.

“Dalam upaya menggairahkan semangat belajar bagi anak-anak suku asli sakai atau Komunitas Adat Tertinggal (KAT), Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah membuat program beasiswa khusus yang ditujukan kepada anak-anak dari komunitas adat tertinggal.” Jelas Amril.

Kepada para orang tua dari suku sakai, harus sekolahkan anak kita setinggi tingginya, karena mereka adalah penerus generasi bangsa, ajak Mantan Anggota DPRD Bengkalis ini.

Melalui pendidikan, katanya, kedepan akan muncul generasi suku sakai yang bisa menjadi anggota dewan, guru bahkan duduk di pemerintahan. semua itu bisa dapat diraih, melalui pendidikan.

Oleh karena itu, sambung Amril, pemerintah akan mengupayakan setiap anak suku asli agar jangan tertinggal, mereka harus jadi anak pintar dan cerdas.(rls)