DURI (Riaulantang) – Seperti tidak ada pencegahan dan terkesan pembiaran penjualan minyak jenis premium ke para pemilik jirigen.  Akibatnya  antrian kendaraan tidak terhindarkan.

 Seperti yang terlihat, Rabu siang (31/01/2018) sekira pukul 12.15 WIB di SPBU Hang Tuah Duri. Kendati antrian kendaraan sudah mengular dan dua lapis di Jalan Lintas itu, tapi pihak SPBU malah lebih sibuk mengutamakan pengisian dirigen. Mereka agaknya tak ambil pusing dengan antrian kendaraan yang membuat jalur lintas agak tersendat itu.

Hen Joy, warga Sudirman, yang berada di antrian itu kepada Riaulantang.com, mengeluhkan kondisi ini. Menurutnya pengelola SPBU sangat tidak profesional membiarkan antrian panjang kendaraan dan terus melayani pengisian dirigen.

“Kita masyarakat ini bisa berbuat apa. Tidak punya wewenang untuk melakukan penertiban. Terkesan kondisi seperti ini memang dibiarkan,”ungkapnya. 

Dikatakan Hen, dia memahami masyarakat  yang membeli minyak ke jirigen untuk mencari nafkah, untuk berdagang dieceran, namun pihak terkait hendaknya turun untuk mengatur.

“Harusnya berlaku adil. Tolong lihat juga kami yang menggunakan kendaraan ini. Jangan dipilah-pilah. Apa karena harga isi untuk jirigen beda dibandingkan kendaraan, makanya yang diprioritaskan, “tuturnya.

Sementara itu seorang pedagang minyak eceran diseputaran jalan Desa Harapan, mengatakan, BBM yang dijual  dibeli melalui along-along, yang sudah menjadi langganan untuk memenuhi kebutuhan minyak eceran.

” Kalau antri di SPBU kan lama, sesak-sesakkan. Kalau ini kami sekali dua hari minyak diantar, baik jenis Bensin maupun Pertalite. Harganya  beda, satu jirigen kami Lebih kan Rp 20 ribu,”beber pedagang minyak eceran. (bambang)