DHARMASRAYA (Riaulantang)- Bripka Firman anggota Satreskrim Polres Dharmasraya yang turun begitu mendapat informasi kebakaran di Polres sempat dipanah dua kali. Firman yang turun untuk untuk menyelamatkan arsip-arsip itu dipanah usai  mengambil arsip diruang Reskrim yang bangunanya terpisah dengan gedung utama Polres atau berjarak sekitar 50 meter.

Saat berjalan menuju ruang PPA yang berada dibahagian belakang gedung utama, di teras ruang PPA dia melihat seorang laki-laki duduk. Dia  tidak menduga kalau yang bersangkutan adalah salah seorang terduga pelaku, dan dirinya  tetap berjalan menuju ruang PPA.

“Saat jarak sudah dekat atau sekitar 20 meter, terduga pelaku langsung berteriak dengan mengucapkan kata-kata , Togut, togut  berulang kali dan langsung mengarahkan anak panahnya ke saya. Panah mengenai rusuk bagian kanan saya namun karena pakai jaket,  anak panah itu tidak meninggalkan luka karena terbuat dari kayu,” jelasnya.

Mendapat serangan tersebut saya langsung lari dan terjatuh. Terduga kembali menyerang dengan kembali memanah. Namun anak panah itu meleset dan mengenai kaca mobil.

“Kaca mobil tersebut langsung berlobang,” urainya.

Menurutnya, karena diserang itulah akhirnya anggota yang ada di TKP tahu, jika pelaku masih berada di TKP dan menonton aksi yang dilakukan terduga yakni membakar Polres. Selanjutnya anggota langsung mengamankan, dan mereka melawan. Akhirnya mereka dilumpuhkan  dengan senjata api, setelah diberi tembakan peringatan.(anita)